16 Juni 2024

`

Seribu Orang Kunjungi Bazar UMKM Vaganza

2 min read
"Ini contoh kongkrit bentuk kolaborasi dan sinergi untuk penguatan ekonomi, khususnya UMKM. Pemerintah hadir dengan layanan sertifikasi, legalitas secara gratis."

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bazar UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Vaganza di Gedung Samanta Krida, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, sinergi yang bagus. Karena berkolaborasi antara Pemerintah Kota Malang, perguruan tinggi, pelaku usaha melalui koperasi yang dimiliki alumni, bahkan melibatkan dunia perbankan.

 

Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko, membuka UMKM Vaganza, Selasa (26/09/2022).

 

“INI contoh kongkrit bentuk kolaborasi dan sinergi untuk penguatan ekonomi, khususnya UMKM. Pemerintah hadir dengan layanan sertifikasi, legalitas secara gratis,” terang Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko, usai membuka UMKM Vaganza, Selasa (26/09/2022).

Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko, meninjau salah stand saat membuka UMKM Vaganza di UB, Malang, Jawa Timur.

Menurut politisi Golkar ini, hal ini bisa membantu para pelaku usaha, sehingga mempunyai legalitas dan perijinan yang formal. Sedangkan dunia perbankan hadir memfasilitasi untuk bisa masuk ke dunia digital. “Kalangan akademisi dengan keahliannya memberikan konstribusi supaya produk berkwalitas dan berdaya saing. Diwadahi dalam bentuk koperasi yang beranggotakan alumni UB, dan sudah tersebar sampai dimana- mana,” jelasnya.

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, pelaksanaan UMKM Vaganza, dilangsungkan di waktu yang tepat. Di saat sedang pemulihan dan membangkitkan ekonomi, sekaligus menahan laju inflasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana,  Dedy,  menjelaskan, jumlah peserta sebanyak 80 tenant. Jumlah tersebut hasil seleksi dari jumlah awal sekitar 200-an. “Setelah kami seleksi, peserta 80 tenant. Hari ini saja, sudah dikunjungi sekitar 1.000 orang. Kita langsungkan selama 2 hari. Kami berharap, para tenant bisa cakap dalam transaksi, cakap marketing, kalau bisa sampai eksport,  dan cakap dalam legalitas,” harapnya.

Dengan begitu, masih kata Dedy, diharapkan UMKM bisa naik kelas dengan adanya standarisasi (layak jual). Dan melihat animo peserta yang begitu  tinggi, kegiatan serupa direncanakan dilakukan setiap tahun.  (aji/mat)