22 April 2024

`

Rawan Banjir, BPBD Pasuruan Bentuk SPAB SMPN 1 Grati

2 min read
“Semoga kegiatan ini dapat ditularkan pada warga sekolah lainnya. Selain itu secara rutin melaksanakan simulasi, agar sekolah semakin tangguh menghadapi bencana.”

PASURUAN, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Jawa Timur mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Pasuruan membentuk dan memberikan pelatihan SPAB di SMP Negeri 1 Grati, Selasa – Kamis (27-29/09/2022).

 

Tim SPAB Jatim memberikan pelatihan kepada 15 tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah, dan 25 perwakilan siswa SMPN 1 Gratis, Pasuruan, Selasa – Kamis (27 – 29 /09/2022).

 

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris, menjelaskan, SPAB ini dibentuk karena SMP Negeri 1 Grati rawan bencana, khususnya banjir.

SPAB di SMPN 1 Grati ini adalah yang pertama dan percontohan bagi sekolah, tingkat SD dan SMP di Kabupaten Pasuruan. “Karena itu manfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat ketangguhan sekolah menghadapi bencana, terutama banjir yang sering terjadi,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan,  Rachmat Syarifuddin, saat membuka SPAB.

Tim SPAB Jatim menyerahkan dokumen kajian risiko bencana kepada perwakilan SMPN 1 Gratis, Pasuruan, Kamis (29/09/2022).

Pada hari pertama, peserta didampingi 2 fasilitator, Dian Harmuningsih dan Djumadi. Peserta yang terdiri dari 15 tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah, dan 25 perwakilan siswa, menerima paparan Permendikbud No 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program SPAB.

Dilanjutkan penyusunan dokumen kajian risiko bencana di sekolah, lalu membantu Tim Siaga Bencana Sekolah hingga penetapan protap kejadian kedaruratan dan bencana sekolah.

Sementara, di tempat lain, sebanyak 25 siswa dilatih pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) dasar, pembuatan tandu darurat, dan evakuasi mandiri bencana gempa bumi.

Di hari kedua, seluruh peserta berlatih simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi, prosedur evakuasi kegawatdaruratan banjir, pengenalan penggunaan alat pemadam api tradisional (APAT), alat pemadam api ringan (APAR), serta pengenalan aplikasi InaRisk bagi individu atau personal.

Hari ketiga, digelar  refleksi, evaluasi, serta diakhiri penutupan oleh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pasuruan, Dimaz Kris Asmoro, didampingi Kepala SMPN 1 Grati,  Endah Sujatiningtyas. “Semoga kegiatan ini dapat ditularkan pada warga sekolah lainnya. Selain itu secara rutin melaksanakan simulasi, agar sekolah semakin tangguh menghadapi bencana,” kata Dimaz. (iko/mat)