22 April 2024

`

Pemkot Buka Posko Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur,  membuka posko pusat informasi korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang mengakibatkan 125 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, Sabtu (01/10/2022) malam.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, membuka posko pusat informasi korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, membuka posko pusat informasi korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

POSKO tersebut dibuka di halaman Balai Kota Malang sejak Minggu (02/10/2022) pagi selama 24 jam. Sampai pukul 13.00 WIB, sudah ada 5 aduan keluarga yang mengaku kehilangan sanak familinya pada waktu menonton pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di  Stadion Kanjuruhan tersebut.

Habibah

Habibah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang,  mengatakan, posko ini siap menerima pengaduan masyarakat terkait tragedi  tersebut. “Sampai saat ini kita sudah menerima 5 aduan dari masyarakat yang merasa sanak familinya hilang pada waktu menonton pertandingan bola Kanjuruhan tadi malam,” katanya, Minggu (02/10/2022) siang.

“Silahkan laporkan ke kami apabila ada sanak keluarga di rumah belum ada yang pulang. Saat ini data-data masih terus kita himpun. Kita buka posko sampai 24 jam,” imbuh Habibah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang,  Drs. Prayitno, MM, ikut  berbela sungkawa atas tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. “Kami diminta Pak Wali Kota (Sutiaji) untuk selalu bersinergi dengan Dinas Kesehatan, PMI, dan relawan untuk memverifikasi dan melacak data warga yang merasa kehilangan familinya,” katanya.

Prayitno juga menginstruksikan kepada RT, RW, lurah,  dan camat untuk melaporkan bilamana ada setiap warga yang merasa kehilangan sanak familinya. “Kita akan mix data terbarunya. Kita masih proses pencatatan. Kami belum rilis data resmi untuk yang korban meningal, yang di rawat. Yang dari luar kota juga  kita data,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, posko krisis center ini didirikan karena masih banyak korban yang telah dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) tanpa identitas.  “Posko itu untuk melayani masyarakat, sekaligus membantu kerabat kita jika sampai malam hari ini belum pulang. Karena banyak korban yang belum terinditefikasi karena tidak memegang identitas,” pungkasnya. (div/mat)