20 Mei 2024

`

PMI Kabupaten Malang Bantu Korban Kebakaran

2 min read

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR. COM – Untuk meringankan beban Ngatemi (60), warga Dusun Sidodadi, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur  yang tertimpa musibah kebaran, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang  Kabupaten Malang memberikan bantuan sembako kepada korban, Selasa (22/05/2018).

 

bantuan sosial kepada korban kebakaran di Kalipare
Penyerahan bantuan sosial kepada korban kebakaran di Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur oleh PMI Kabupaten Malang.

Kepada awak media, Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Drs Aprilijanto menyatakan, apa yang dilakukan PMI Kabupaten Malang ini adalah bentuk kepedulian sosial. “Bantuan ini memang tidak seberapa, tapi kami harap bisa meringankan beban Bu Ngatemi yang menjadi korban kebakaran,” terangnya.

April menambahkan, berangkat dari semboyan Inter Arma Caritas yang artinya “kita semua bersaudara”, tidak hanya sekali ini PMI yang dipimpin Dr. H. Rendra Kresna ini memberikan bantuan sosial kepada warga yang kesusahan.

“Kita inikan bergerak dalam ranah kemanusian, untuk membantu sesama. Salah satunya ya pemberian bantuan sosial yang kita sesuaikan dengan kemampuan kita kepada saudara kita yang tertimpa musibah. Selain di Arjosari Kalipare, kita pernah melakukan giat yang serupa di Kasembon, Ngantang dan tempat lainnya,” papar April.

Secara terpisah, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penangulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo menerangkan, kebakaran yang terjadi di rumah Ngatemi diperkirakan akibat konsleting listrik. “Dugaan sementara, penyebab kebakaran yang terjadi pukul 05.00 WIB  seperti itu,” jelas Mudji Utomo.

Beruntung kebakaran yang melahap sebagian rumah Ngatemi tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan cedera. “Nihil korban, hanya kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 100 juta,” tandas Utomo.

Warga yang mengetahui rumah Ngatemi diamuk si jago merah, bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya. “Pemadaman dilakukan oleh warga secara gotong royong. Saat ini sudah tertangani oleh  pemerintah desa,” pungkas pria yang pernah mendapat penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudoyono ini. (diy)