22 April 2024

`

Panas Terik dan Angin Kencang, Hutan di Pagak Terbakar

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada musim kemarau sekarang, cukup sering terjadi. Kali ini 2 hektar lahan milik Perhutani di tepi jalan Gunung Geger, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Jumat (13/10/2023) siang, sekitar pukul 12.05 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kebakaran membuat petugas perhutani dan warga sekitar panik.

Petugas Damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar hutan di tepi jalan Gunung Geger, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (13/10/2023) siang, sekitar pukul 12.05 WIB.

KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Jumat siang, sekitar pukul 12.35 WIB, petugas jaga pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Malang, menerima telepon dari Agung, warga yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran. Kepada petugas jaga dia mengabarkan ada hutan yang terbakar.

Petugas Damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar hutan di tepi jalan Gunung Geger, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (13/10/2023) siang, sekitar pukul 12.05 WIB.

Setelah mendapat laporan, Tim Damkar yang dipimpin Andrianto sebagai Komandan Regu 3, sekitar pukul 12.50 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 1 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Malang, 1 unit damkar milik PR Gudang Baru, 1 unit tangki milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), 1 unit water canon milik Polres Malang, 10 anggota Polisi, 5 anggota TNI, dan 20 relawan.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 13.15 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga dan petugas gabungan, mereka melakukan pemadaman. Cukup lama juga api baru bisa dipadamkan, karena banyak material yang mudah terbakar, ditambah angin cukup kencang dan cuaca terik.

“Sekitar pukul 15.05 WIB baru api dapat dijinakan. Cukup lama juga api membakar lahan perhutani tersebut, sekitar 3 jam, mulai pukul 12.05 WIB hingga 15.05 WIB,” kata Firmando, Jumat (13/10/2023) malam setelah kejadian.

Menurut Firmando, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. “Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesannya. (bri/mat)