25 Mei 2024

`

Mahasiswa Unidha Ajari Warga Karanganyar Buat Masker Rajut

2 min read
“Dipilihnya pembuatan masker bukan tanpa alasan. Itu karena warga sekitar sudah memiliki keterampilan menjahit. Bahkan ada yang pernah bekerja di bagian merangkai manik-manik.”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Empat mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, memberikan pelatihan membuat masker rajut kepada warga Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum lama ini.

 

Empat mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang bersama ibu-ibu Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

EMPAT mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) ini di antaranya, Dhania Eka Widyaningrum (ketua),  Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A’yun, dan Sri Wahyuni (anggota). “Kami memberikan pelatihan membuat masker berbahan dasar benang rajut polyster,”  terang Fitria Khasanah, M.Pd, dosen pendamping dari FKIP Universitas Wisnu Wardhana, Selasa (13/09/2022).

Empat mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, menunjukan masker rajut hasil karya ibu-ibu Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut Fitria, salah satu yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa pendemi COVID-19 adalah masker. Apalagi hal itu menjadi arahan pemerintah. “Karena itu kami memberikan pelatihan membuat masker beserta konektor dari bahan benang rajut. Kami juga bantu cara pemasarannya melalui media sosial maupun market place,” lanjutnya.

Dengan menciptakan masker rajut tersebut, mahasiswa Unidha telah lolos dalam program PKM yang didanai  Kemenristekdikti. “Dipilihnya pembuatan masker bukan tanpa alasan. Itu karena warga sekitar sudah memiliki keterampilan menjahit. Bahkan ada yang pernah bekerja di bagian merangkai manik-manik,” jelas Fitria.

Masker model rajut berbeda dengan masker lainya. Di bagian tengahnya, bisa diisi dengan tisu. Bahkan bisa dicuci untuk selanjutnya bisa dipakai kembali. “Dengan bahan benang, pengembangannya bisa juga ke produk lain. Seperti tas kecil, dompet, boneka,  dan hasil karya lainya. Bisa untuk accessories, cindera mata, dan sebagainya,” pungkasnya.  (aji/mat)