26 Juni 2024

`

Libur Idul Fitri, Balekambang Tetap Primadona

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Banyaknya tempat wisata baru, khususnya wisata pantai di Malang Selatan, tidak membuat Pantai Balekambang yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kehilangan pamor. Buktinya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke pantai yang dikelola PD. Jasa Yasa ini tetap membludak.

 

Pantai Balekambang yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, aman untuk bermain bagi anak-anak asal selalu dalam pengawasan orang tua.

 

Direktur Utama PD. Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan bersama seorang bule.
Salah satu sudut Pantai Balekambang untuk selfie.

KEPADA awak media, Direktur Utama PD. Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan menjelaskan, Pantai Wisata Balekambang tetap menjadi tujuan utama para wisatawan yang hendak pelesir di pantai-pantai di Kabupaten Malang.

“Setelah ada jalur JLS (Jalur Lintas Selatan), ada sekitar 10 pantai yang dibuka. Namun tetap tujuan mereka adalah Balekambang. Karena ada anggapan, belum lengkap ke Malang kalau belum ke Pantai Balekambang,” terang Wildan, Selasa (19/06/2018).

Setiap hari ada live musik di Pantai Balekambang.

Dia menambahkan, pada H + 2 liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 H/ 2018, jumlah pengunjung mencapai 9 ribu pelancong. “Jumlah ini naik 10% dibanding pada hari yang sama tahun 2017. Kala itu jumlah kunjungan

Pengelola Pantai Balekambang menyediakan payung pantai bagi wisatawan yang ingin bersantai.

mencapai 8 ribu wisatawan,” papar pria berkacamata ini.

Menurut catatan Dirut PD. Jasa Yasa yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ini, jumlah total pengunjung di libur Hari Raya 2017 mencapai 143 ribu orang. “Kami harap, ditahun 2018, ada kenaikan yang signifikan,” harapnya.

Untuk menggaet wisatawan, PD. Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Wisata Balekambang membuat beberapa tambahan fasilitas. “Kami adakan live musik setiap hari selama lebaran. Kami tambahkan juga kursi-kursi cafe,  lengkap dengan payungnya di tepi pantai,” katanya.

Selain itu, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, pengelola Pantai Wisata Balekambang juga menambah spot untuk swa foto (selfie). “Sengaja kita tambahkan tempat selfie di tempat yang menarik, supaya pengunjung tidak selfie di tempat yang berbahaya,” ungkap Wildan.

Dengan keindahan panorama dan deburan ombaknya, banyak wisatawan dari luar wilayah Kabupaten Malang yang sengaja datang ke Pantai Balekambang untuk pelesir, sejenak melupakan beban kerja. “Bagi wisatawan luar daerah, seperti Bali, Gresik, Surabaya dan daerah lain yang ingin menginap, kami sediakan tiga penginapan dengan tarif yang bersahabat,” bebernya.

Ada tiga penginapan di Pantai Balekambang. Pertama, Wicaksono I dengan tarif per malam Rp 400 ribu, Wicaksono II tarifnya Rp 250 ribu. Dan yang termurah adalah penginapan Pondok Bambu dibamdrol Rp 200 ribu per malam.

Fasilitas lain yang disediakan PD. Jasa Yasa untuk menambah semarak Pantai Wisata Balekambang adalah Balekambang Cafe, buka sampai malam hari. Tarif untuk masuk ke Balekambang tergolong murah. Dengan tiket Rp 15 ribu per orang, pengunjung sudah bisa masuk ke dua pantai sekaligus, Balekambang dan Regen, pantai yang baru dibuka tidak jauh dari Balekambang.

Pada liburan lebaran 2018, PD.Jasa Yasa memprediksi puncak pengunjung pada Rabu (20/06/2018). “Prediksi kami, hari Rabu adalah  puncak pengunjung. Untuk itu kami himbau kepada pengunjung agar tidak mandi di laut lepas, selalu waspada dan berhati hati, jangan selfi di tempat berbahaya,” pesan Gus Wildan. (dia)