25 Juli 2024

`

Biar Kualitas Kakao Naik, Mahasiswa UMM Ajak Petani Ringinkembar Lakukan Fermentasi

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Daerah Malang selatan, seperti di Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mempunyai potensi kakao yang cukup tinggi. Namun sayang tidak diimbangi dengan kualitas biji yang baik. 

 

Agatha Virdhi Saputra praktek di depan petani kakao di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, cara melakukan fermentasi kakao agar kualitas meningkat, Minggu (10/09/2023) siang.

 

Agatha Virdhi Saputra praktek di depan petani kakao di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, cara melakukan fermentasi kakao agar kualitas meningkat, Minggu (10/09/2023) siang.

UNTUK itu, tim mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (Himatekpa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajak petani kakao di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, melakukan fermentasi guna meningkatkan kualitas biji kakao, Minggu (10/09/2023) siang.

Melalui Program Pengembangan Kemahasiswaan Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA), Tim Himatekpa yang diketuai Rizqi Oktiviant, mahasiswa Teknologi Pangan UMM semester 7, bersama 14 orang rekannya mengadakan penyuluhan praktik langsung cara fermentasi biji kakao.

“Dalam kegiatan ini kami menggandeng Agatha Virdhi Saputra sebagai aktivis cokelat terfermentasi sekaligus CEO dari PT. Inovasi Kakao Indonesia. Dalam hal ini Agatha membagikan pengetahuannya tentang tahap-tahap fermentasi yang baik, termasuk waktu yang tepat, penggunaan kotak fermentasi, serta kontrol suhu dan kelembaban udara. Sebanyak 25 orang petani kami ajak untuk mempraktikkan teknik-teknik tersebut secara langsung di Balai Penyuluh Pertanian Sumbermanjing Wetan,” jelas Rizqi Oktiviant.

Rizqi Oktiviant menambahkan, praktik fermentasi yang langsung dilakukan bersama-sama dengan para petani ini menjadi salah satu nilai tambah program ini. “Agatha memaparkan bahwa praktik langsung sangat dibutuhkan para petani demi memberikan pengetahuan secara mendalam bagaimana proses fermentasi sangat mempengaruhi kualitas biji kakao yang dihasilkan. Hal ini juga akan memberikan pemahamam pada petani betapa pentingnya menjaga konsistensi dalam proses fermentasi,” jelasnya.

Tim Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (Himatekpa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Agatha Virdhi Saputra mengajak petani kakao di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, melakukan fermentasi kakao guna meningkatkan kualitas, Minggu (10/09/2023) siang.

Biji kakao terfermentasi memiliki harga jual yang lebih tinggi dan pasar yang lebih luas dibandingkan kakao yang tidak difermentasi. Sebab, proses fermentasi akan memunculkan senyawa-senyawa flavor yang menyebabkan produk cokelat dari biji kakao terfermentasi memiliki rasa yang tidak pahit dan aroma yang lebih kuat dibandingkan cokelat dari biji kakao nonfermentasi.

Biji kakao terfermentasi banyak dicari oleh produsen-produsen cokelat kelas dunia. Karena itu Himatekpa juga memberikan informasi cara memasarkan biji kakao fermentasi tersebut agar dapat menembus pasar internasional melalui digitalisasi pemasaran. Narasumber yang didatangkan untuk membuka wawasan petani adalah Wahid Muhammad Shodiq, Dosen Agribisnis UMM.

Wahid berbicara tentang pemanfaatan toko online (e-commerce) untuk menjangkau pelanggan yang lebuh luas, sehingga para petani sadar akan adanya potensi besar penjualan biji kakao mereka melalui pasar digital. (div/mat)