20 Juli 2024

`

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Mensos Serahkan Bantuan Program PENA

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, menyerahkan bantuan tahap pertama Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) kepada 444 penerima se Malang Raya, Jumat (23/12/2022) siang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program ini diharapkan dapat menanggulangi masalah kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.

 

Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo, dan Bupati Malang HM Sanusi, bersama penerima Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) se Malang Raya, Jumat (23/12/2022) siang.

 

MENSOS menjelaskan, Kementerian Sosial bersama DPR RI, dan Bank Indonesia, melakukan intervensi kemiskinan ekstrem dengan progam-program pemberdayaan. Salah satunya Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Integrasinya melalui tiga fase, yakni  pemulihan sosial,  transisi, dan fase pengembangan. “Dengan program ini diharapkan mampu  mewujudkan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2024,” katanya.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, bersama anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo, dan Bupati Malang HM Sanusi, saat menyerahkan bantuan tahap pertama Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) se Malang Raya, Jumat (23/12/2022) siang.

Mensos Tri Rismaharini, menambahkan, kegiatan ini merupakan sinergi antara DPR RI —dalam hal ini anggota Komisi XI Andreas Eddy Susetyo— Kemensos, dan Bank Indonesia. “Misinya sama, untuk mensejahterakan rakyat. Melalui sinergi ini diharapkan akan mempercepat pencapaian target Indonesia keluar dari kemiskinan ekstrem pada 2024,” tuturnya.

Mantan Wali Kota Surabaya ini menambahkan, semua pihak harus mengupayakan agar bantuan lewat program PENA ini dapat dilaksanakan dengan optimal, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat administrasi, sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. 

Sedangkan  anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM, memaparkan, untuk tahap pertama ini diserahkan kepada r 440 keluarga miskin di Malang Raya. Selama ini mereka masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH). “Dengan mendapat bantuan ini,  maka mereka akan naik atau graduasi menjadi keluarga mandiri, tidak lagi masuk kelompok keluarga miskin,” katanya.

Bupati Malang, HM Sanusi,  mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malang siap  mendukung program PENA. Karena program ini salah satu terobosan strategis dalam upaya intervensi penanganan kemiskinan ekstrem, yang diintegrasikan dengan beberapa program pemberdayaan lainnya. Seperti bantuan sosial, maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, bersama penerima bantuan Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) se Malang Raya, Jumat (23/12/2022) siang.

“Untuk itulah, melalui penyerahan bantuan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) ini, diharapkan dapat menjadi stimulus agar produktivitas rumah tangga yang masuk kategori kemiskinan ektrem, nantinya dapat meningkat, kemandirian dapat tercapai, sehingga secara bertahap taraf perekonomiannya juga akan tumbuh,” kata Bupati Malang.

Pada kesempatan itu, Mensos RI menyerahankan  bantuan PENA secara simbolis kepada Sumiyati, dari Kecamatan Pakisaji,  Kabupaten Malang,  sebesar Rp. 9.925.500,  yang mempunyai usaha toko  sembako. Farida, dari Kecamatan Junrejo, Kota Batu dengan jenis usaha ternak burung kenari, dengan nilai bantuan Rp 5.000.000.

Suyanti, dari Kecamatan Sukun,  Kota Malang, dengan jenis usaha toko sembako. Misamah, dari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dengan jenis usaha warung makan, nilai bantuan  Rp 7.730.000.

Jumlah bantuan untuk program sosial Bank Indonesia dalam program peningkatan kapasitas ekonomi dan UMKM di Malang Raya sebesar Rp 3. 735.091.500 untuk 444 keluarga penerima manfaat dan bantuan dari Kementerian Sosial untuk program rumah sejahtera terpadu dalam pengentasan kemiskinan ekstrem sebesar Rp  2 miliar. (iko/mat)