23 April 2024

`

1.675 Maba Pascasarjana UB Ikut Orientasi

2 min read
“Maju tidaknya inovasi di Universitas Brawijaya ditentukan oleh mahasiswa Pasccasarjana. Bukan mencari dosen di kelas, tapi bagaimana mengembangkan ilmu, mencari masalah di masyarakat, menghasilkan inovasi dan karya yang bisa diimplementasi di masyarakat, yang kemudian dikerjasamakan dan diimplementasikan bersama para dosen di sini."

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 1.675 mahasiswa baru program S2 dan S3 dari 14 fakuktas dan 1 Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mengikuti Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) di gedung Samantha Krida, Jumat (26/08/2022).

 

Sebanyak 1.675 mahasiswa baru program S2 dan S3 dari 14 fakuktas dan 1 Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mengikuti Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) di gedung Samantha Krida, Jumat (26/08/2022).

 

DARI 1.675 mahasiswa baru tersebut, S2 sebanyak 1.317 orang dan S3 sebanyak 358 orang.

Mewakili Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, Fadillah Putra, S.Sos., M.Si., M.Paff., Ph.D, menyebut, prestasi mahasiswa Pascasarjana cukup membanggakan. “Hampir 20 persen mahasiswanya memiliki prestasi nasional dan internasional. Tidak hanya prestasi individual, publikasi internasional tercatat mengalami peningkatan dari 54 menjadi 139 publikasi terindeks Scopus di akhir 2021,” katanya.

Kepada mahasiswa baru, Fadillah berharap dapat berkontribusi terhadap universitas. “Mahasiswa pasca harapannya tidak hanya menikmati pembelajaran dan fasilitas, tapi juga beraktitas secara nyata untuk pengembangan universitas dan keilmuan,” katanya.

Ada pagelaran reog saat Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) mahasiwa baru UB di gedung Samantha Krida, Jumat (26/08/2022).

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Widodo, S.Si., M.Si., PhD. MedSc, mengatakan pendidikan mahasiswa Pascasarjana menjadi bagian dari pengembangan ilmu. “Mahasiswa Pascasarjana bukan sebagai peserta didik, tapi lebih tepat disebut sebagai mitra kerja dosen di Universitas Brawijaya dalam pengembangan ilmu, pengembangan produk inovasi karya ilmiah,” ujarnya.

Rektor berharap kepada para mahasiswa untuk mengembangkan ilmu. “Maju tidaknya inovasi di Universitas Brawijaya ditentukan oleh mahasiswa Pasccasarjana. Bukan mencari dosen di kelas, tapi bagaimana mengembangkan ilmu, mencari masalah di masyarakat, menghasilkan inovasi dan karya yang bisa diimplementasi di masyarakat, yang kemudian dikerjasamakan dan diimplementasikan bersama para dosen di sini,” kata  Widodo.

“Biasakan membuat keputusan berdasarkan data yang dianalisis dengan baik. Kita nanti akan bersama-sama belajar mengembangkan ilmu, menganalisis data,  dan membuat kebijakan berdasarkan problem riil di masyarakat,” imbuh mantan  Dekan MIPA ini.

Pada kegiatan ini, peserta paling banyak berasal  dari Fakultas Hukum 201 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 190 orang,  dan Fakultas Ilmu Administrasi sebanyak 155 orang. Sedangkan untuk program Doktor, peserta terbanyak Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 259 orang, Fakultas Hukum sebanyak 215 orang,  dan Fakultas Ilmu Administrasi sebanyak 187 orang.(div/mat)