23 April 2024

`

Profesor MIPA Masuk Desa, Ajari PKK Makanan Sehat Bergizi

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Guru besar Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang, memberikan edukasi makanan sehat dan bergizi kepada ibu-ibu PKK Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (04/06/2022) siang.

 

Sejumlah dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang, bersama ibu-ibu PKK Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (04/06/2022) siang.

 

KETUA pelaksana kegiatan, Prof. Fatchiyah, Mkes, PhD, menjelaskan, kegiatan ini sebagai salah satu pemenuhan Program Pengabdian kepada Masyarakat DPP/SPP Departemen Biologi, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya 2022 dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kita mengusung tema Penyuluhan dan Edukasi Menu Nutrisi Sehat Berbasis Produk Lokal untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Ibu-Ibu PKK.  Pesertanya, para perangkat desa, pengurus PKK, kader PKK desa.   Penyuluhan ini untuk memberikan edukasi bagi masyarakat, khususnya ibu- ibu PKK sebagai penggerak pertama dalam keluarga, supaya memperhatikan komposisi menu nutrisi sehat yang sangat baik untuk dikonsumsi,” terang Prof. Fatchiyah, Mkes, PhD.

Sejumlah dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang, memberikan edukasi makanan sehat dan bergizi kepada ibu- ibu PKK Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (04/06/2022) siang.

Fatchiyah menjelaskan,   proporsi dan komposisi makanan yang baik dapat menghindarkan dari penyakit.  Karena itu, melalui pengabdian ini, ia ingin mengedukasi masyarakat agar dapat mengolah produk lokal setempat. Salah satunya dengan mengolah buah jeruk menjadi produk olahan minuman sehat. “Harapannya,  ide minuman sehat ini dapat diaplikasikan menjadi usaha sampingan atau pokok untuk menambah penghasilan,” harapnya.

Sementara itu,  pemateri lainnya,  Ernanin Dyah Wijayanti, Ssi, MP, memaparkan tentang Penerapan K3 Pertanian dan Sistem Tumpang Sari. Ernanin menjelaskan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang baik dan benar dalam bidang pertanian. Seperti pengenalan alat pelindung diri dan langkah menjaga kebersihan diri dan alat setelah berkebun. “Sebab di khawatirkan masih ada bahan pestisida yang menempel,” ucapnya.

Sedangkan  Eko Suyanto, Ssi, MSc dan Yeni Avidhatul Husnah, Ssi, MSc,  menjelaskan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).  Pada materi ini, disampaikan mengenai tanaman apa saja yang dapat ditanam di sekitar lingkungan rumah dan berkhasiat sebagai obat atau kegunaan lainnya secara sederhana,  “Jadi,  salah satu contoh tanaman toga yang bisa ditanam di sekitaran rumah di antaranya seledri, sirih, dan,  lidah buaya,” sebutnya.   (aji/mat)