13 April 2024

`

Robot Sumo Mahasiswa FILKOM UB Juara PNBRC

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Malang, Jawa Timur, meraih juara 3 PNBRC (Politeknik Negeri Bali Robot Competition) pada SumoBot Battle Kategori Mahasiswa, belum lama ini.

 

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Malang, Jawa Timur, meraih juara 3 PNBRC (Politeknik Negeri Bali Robot Competition) pada SumoBot Battle Kategori Mahasiswa, belum lama ini.

 

PARA mahasiswa yang terlibat dalam lomba ini di antaranya, Hanif Adam Al Abraar (Teknik Informatika, 2019), Randy Christian Saputra (Teknik Komputer, 2019), dan Abim Renara Palwa Luktagara (Teknik Komputer, 2019).  Terdapat 28 tim yang mengikuti lomba ini, mulai UNNESA, Politeknik Negeri Bali, Universitas Udayana, dan Universitas Parahyangan.

Hanif, salah satu anggota Tim UB, menjelaskan,  PNBRC (Politeknik Negeri Bali Robot Competition) adalah acara yang dilaksanakan setiap tahun oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Robotika Politeknik Negeri Bali. PNBRC tahun ini menyungsung tema “Improving The Skill And Innovation In Technology For Preparing Society 5.0.”

“Lomba ini melibatkan peserta SMA/SMK sederajat dan universitas se-Indonesia. Tujuannya,  menghadapi pesatnya pergerakan revolusi industri 4.0, yang telah memasuki era Society 5.0. Adapun kompetisi yang kami ikuti adalah Lomba Sumo RC kelas 3 KG tingkat mahasiswa nasional. Kompetisinya terdiri dari tahap knockdown 28 besar, dan liga 8 Besar,” jelas Hanif, Selasa (07/06/2022) siang.

Sebelumnya, Lomba Sumo RC (SumoBot) ini diadakan di arena lingkaran,  layaknya ring pertandingan sumo sebenarnya. Kemudian dua robot sumo berusaha mendorong, bahkan menabrak satu sama lain untuk saling menjatuhkan keluar arena.

“Untuk sumo yang berhasil bertahan di dalam arena menjadi pemenangnya. Lomba ini mengharuskan pengendalian robot sumo secara manual,  yaitu dengan remote control. Dalam satu pertandingan terdapat 3 ronde. Robot yang memenangkan 2 ronde pertamalah yang menjadi juara,” jelas hanif.

“Tim kami berhasil lolos pada tahap gugur dengan mudah. Kemudian pada tahap final delapan besar,  kami kalah satu kali yang menyebabkan kami harus beradu untuk masuk ke dalam babak final. Namun kami kalah diperebutan posisi tahap final dan hanya bisa mendapatkan posisi ketiga,” lanjut Hanif.

Robot sumo yang digunakan merupakan hasil riset sendiri selama beberapa tahun. Pada kompetisi ini merupakan upgrade keempat dari pertama kali memulai projek sumo robot. “Kendala yang dialami, hasil potongan body robot yang kurang presisi. Hal ini disebabkan desain body yang ketelitiannya tidak dapat diakomodir oleh alat CNC yang digunakan,” terangnya. (div/mat)