16 Juni 2024

`

Pembangunan Jembatan Selesai, Warga Purwoasri Syukuran

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya pembangunan jembatan di Dusun Gebyak, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, selesai juga. Bahkan, warga menggelar syukuran atas selesainya pembangunan jembatan ini, Sabtu (17/12/2022) malam di lokasi proyek.

 

Warga menghadiri syukuran selesainya pembangunan jembatan di Dusun Gebyak, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2022) malam di lokasi proyek.

 

WAKIL Bupati Malang,  Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, hadir dalam acara ini bersama istri yang juga Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj. Hanik Dwi Martya. Selain itu Camat Singosari, dan sejumlah undangan lainnya juga hadir.

Wakil Bupati Malang, Didik GS, disambut warga saat menghadiri syukuran selesainya pembangunan jembatan di Dusun Gebyak, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2022) malam di lokasi proyek.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya ucapkan selamat atas pembukaan jembatan ini, sekaligus juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkontribusi sehingga jembatan ini dapat segera difungsikan. Semoga dengan rampungnya pembangunan jembatan ini akan memperlancar mobilitas serta aktivitas masyarakat Dusun Gebyak, Desa Purwoasri, dan sekitarnya, sekaligus dapat membawa manfaat positif bagi kita semua,” kata wabup.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang ini menambahkan, ketersediaan jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah. Sebagai bagian dari sistem transportasi, jembatan tidak hanya mempunyai peran penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan, tetapi juga merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta dalam memajukan kesejahteraan umum.

“Pembangunan jembatan ini juga merupakan suatu solusi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang tentunya akan memudahkan akses transportasi sehingga lebih efisien dan efektif,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan di Dusun Gebyak, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang ambruk sekitar Juni 2022 lalu,langsung  dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

Para pekerja sedang mengerjakan pembangunan jembatan di Dusun Gebyak,  Desa Purwoasri,  Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang sempat ambruk Juni 2022 lalu.

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Soewignyo, total anggaran yang disediakan untuk membangun jembatan ini sekitar Rp 1 miliar. “Masa pekerjaannya selama 75 hari. Jika sudah selesai, jembatan ini mampu menampung beban seberat 20 ton,” jelasnya, Jumat (03/11/2022) siang.

Soewignyo yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga ini berharap, setelah jembatan Purwoasri ini selesai dibangun,  diharapkan dapat  memperlancar arus lalulintas di desa tersebut. Apalagi jalan yang bisa dilalui roda dua dan roda empat ini merupakan jalan alternatif dari dan menuju Kota Batu. “Sehingga dengan lancarnya akses kendaraan,  akan memperlancar pula  perekonomian masyarakat,” harapnya.

Suwignyo

Jembatan ini ambruk sekitar Juni 2022. Akibatnya,  warga yang akan menuju Desa  Tunjungtirto harus berputar arah. Bahkan jalur alternatif menuju Kota  Batu ikut terganggu.  Dampak lainnya, jalur perekonomian sebagian masyarakat Singosari  dan para siswa yang hendak menuju ke SMKN 2 Singosari,  SMPN 04 Singosari, dan SMPN 2 Singosari,  terganggu.

Menurut Jumain (57), Ketua RT 03/RW 05 Desa Purwoasri, jembatan yang berada di wilayahnya ini dibangun sekitar tahun 1980- an. Fungsinya, sebagai sarana penghubung antara tiga  desa yang bertetangga, yakni  Purwoasri, Tunjungtirto, Klampok, dan sebagai jalan alternatif dari dan ke Kota Batu. “Keberadaan jembatan ini sangat membantu kelancaran lalulintas, terutama bagi warga Singosari bagian barat yang hendak ke arah Batu, Karangploso, dan Kota Malang,” terang Jumain, Selasa (21/06/2022) siang di rumahnya.

Dia menjelaskan, awalnya,  warga mengetahui putusnya pondasi jembatan sejak tahun 2019. Masalah ini sudah dilaporkan kepada pihak desa yang diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten  Malang.

Bahkan beberapa waktu lalu,  sekitar  Februari  2022, warga sudah melaksanakan kerja bakti, melakukan penimbunan material di bawah pondasi yang putus tersebut. Ini  sebagai upaya darurat agar fungsi jembatan bisa dimanfaatkan para pengguna jalan. “Meski waktu itu hanya untuk kendaraan roda dua. Namun karena tak ada perbaikan dari pemerintah, akhirnya  jembatan itu ambruk total,” imbuh Jumain. (mak/mat)