23 Februari 2024

`

Masuk UB Tak Cukup Bekal Pintar, Perlu Strategi

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Masuk ke Universitas Brawijaya (UB) Malang, tidak cukup dengan bekal pintar, tetapi perlu strategi. Selain itu peran guru juga penting untuk memberi arahan kepada siswa agar berstrategi dalam memilih perguruan tinggi negeri (PTN).

 

Sebanyak 370 siswa dan guru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Jawa Timur, mengunjungi Universitas Brawijaya (UB), belum lama ini. Kedatangan mereka untuk mengetahui informasi terkait penerimaan mahasiswa baru 2024/2025.

 

PESAN ini disampaikan Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik Dr. Rosihan Asmara, S.P., M.P, kepada 370 siswa dan guru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengunjungi Universitas Brawijaya (UB), belum lama ini. Kedatangan mereka untuk mengetahui informasi terkait penerimaan mahasiswa baru 2024/2025.

“Masuk ke UB tidak cukup dengan menjadi pintar, tetapi perlu strategi. Peran guru juga penting untuk memberi arahan kepada siswa SMA agar berstrategi dalam memilih PTN,” pesan Rosihan saat membuka pertemuan di Gedung Widyaloka.

kedatangan mereka di terima oleh Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik Dr. Rosihan Asmara, S.P., M.P, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik Heri Prawoto Widodo, S.Sos., M.A.B, dan Kepala Subdivisi Kehumasan Tri Wahyu Basuki, S.E.

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Heri Prawoto Widodo, S.Sos, menjelaskan seleksi masuk UB, mulai jalur nasional hingga jalur mandiri beserta tips dan strateginya. “Tahun ini UB memberikan kuota penerimaan untuk jalur SNBP 20 persen, jalur SNBT 30 persen, dan Mandiri 50 persen. Semua diseleksi berdasarkan data. Jangan percaya jika ada yang memberi iming-iming diterima di UB dengan harus membayar sejumlah uang,” tegasnya.

Heri menambahkan, apabila calon mahasiswa dinyatakan diterima SNBP, secara otomatis tidak bisa mengikuti SNBT dan Mandiri di PTN manapun. Untuk itu ia berpesan agar calon mahasiswa benar-benar bertanggungjawab pada prodi pilihannya. “Jika hanya berminat pada satu prodi, maka pilih satu prodi saja, sehingga tidak akan galau jika diterima di pilihan kedua, dan jika tidak diterima masih mempunyai kesempatan mengikuti SNBT dan Mandiri,” paparnya.

Ia juga mengingatkan agar calon mahasiswa benar-benar paham akan program studi yang akan dipilih, dengan cara mencari informasi mata kuliah apa saja yang ada di prodi tersebut, mengetahui keketatannya dengan melihat jumlah peminat dan daya tampung tahun sebelumnya, serta ketentuan PTN terkait lintas jurusan.

Sementara itu, sebanyak 370 siswa dan guru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo tampak antusias mengikuti kegiatan ini, dengan memberikan berbagai pertanyaan terkait beasiswa, asrama, penerimaan jalur prestasi, dan biaya pendidikan di UB.

“Kami sangat berharap anak-anak dapat menjadi bagian dari UB. Semoga dengan kunjungan ini, siapa saja yang sudah menetapkan pilihan di UB pada pilihan pertama, dapat diterima 100 persen,” pungkas Wakil Kepala Sekolah Bagian Kehumasan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Sri Agustin. (div/mat)