25 April 2024

`

Masuk Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrim

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Akhir April sampai Mei 2022 adalah masa transisi musim hujan menuju kemarau. Di masa pancaroba  ini berpotensi terjadi cuaca ekstrem,  seperti hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada siang hingga sore hari.

 

Memasuki peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, biasanya akan terjadi cuaca ekstrim, seperti badai dan angin kencang. Ini akan menyebabkan musibah, seperti terjadi tahun 2021 lalu.

 

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Anung Suprayitno,  menjelaskan,  peralihan musim ini berpotensi terjadinya cuaca ekstrem,  seperti hujan deras disertai angin kencang, puting beliung,  hingga hujan es.

“Akhir April sampai Mei 2022 adalah periode masa transisi musim hujan menuju musim kemarau, sehingga bisa menyebabkan cuaca ekstrim.  Hal ini disebabkan pertumbuhan awan konvektif masih masif. Sehingga saat di pagi hari terasa panas terik, dan hujan lebat di siang jelang sore. Fenomena ini masih dialami sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan sebagai salah satu imbas La Nina pada 2021 lalu,” terang Anung Suprayitno, Minggu (08/05/2022).

Memasuki peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, biasanya akan terjadi cuaca ekstrim, dan menyebabkan pohon tumbang, seperti terjadi tahun 2021 lalu.

Anung  Suprayitno menambahkan, topografi Malang Raya juga memiliki relasi tersendiri. Kebetulan Malang punya topografi yang unik. “Pegunungan tengah Jawa Timur memang potensi hujannya lebih tinggi dibanding daerah lain,” katanya.

Berkaca pada hal tersebut, Anung mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti genangan, angin kencang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir kiriman dari aliran hulu Sungai Brantas di Kota Batu.

Sementara itu,  Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, juga mengingatkan, masyarakat agar  mewaspadai  bencana yang tiba-tiba muncul. Kalau hujan,  hindari keluar rumah dan berkendara, karena potensi pohon tumbang.

“Saya berharap masyarakat terus waspada. Sebab, ada kemungkinan musim pancaroba ini berlangsung hingga bulan Juni. Sebab, berdasarkan pengalaman lalu bisa sampai bulan Juni,” jelasnya.

Secara rinci, Sadono menguraikan wilayah-wilayah di Kabupaten Malang yang memiliki potensi terjadi angin kencang masih sama seperti tahun sebelumnya. Di antaranya, Kecamatan Karangploso, Singosari, Pakis, Jabung, Tumpang, Tajinan, hingga Wajak. “Yang paling tinggi atau sering itu Karangploso, Singosari, Pakis,  dan Jabung. Kalau di tahun 2021,  Jabung dan Pakis yang paling tinggi,” jelasnya. (div/mat)