25 April 2024

`

Kuliah Umum di FIA UB, Menhan Ingatkan Pentingnya Pertahanan Nasional

2 min read
" Saya minta tidak hanya S2 dan S3, tapi Unhan juga buka program studi S1 untuk membangun aparatur yang unggul untuk bangsa. "

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya ketahanan nasional dalam kepemimpinan nasional yang unggul. Sedangkan keunggulan itu dapat dibangun dari ketahanan nasional yang baik. Dan ketahanan yang baik berawal dari aparatur atau sumber daya manusia yang unggul.

 

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, bertukar cindera mata dengan Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si, M.Si, Ph.D, Med.Sc, saat mengisi kuliah umum di FIA UB, Minggu (03/07/2022) siang.

 

SDM unggul dimulai dari seleksinya yang benar. Jangan karena saudara, lalu diterima. Atau memperjualbelikan gelar akademik,” kata Menhan saat mengisi kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) dengan tema Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional, Minggu (03/07/2022).

Selain itu, Prabowo juga percaya pada pentingnya peran perguruan tinggi. Menurutnya, ketika dilantik menjadi menteri, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Universitas Pertahanan. Di sana, Menhan meminta peningkatan kualitas manajemen pendidikan. “Saya minta tidak hanya S2 dan S3, tapi Unhan juga buka program studi S1 untuk membangun aparatur yang unggul untuk bangsa,” tegasnya.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mengisi kuliah umum di FIA UB, Minggu (03/07/2022) siang.

Menurut Menhan, pertahanan nasional sangat penting. Tidak ada negara di dunia yang aman dari ancaman, termasuk Indonesia. “Baru-baru ini, ancaman kita adalah corona, membuat dunia terhenti. Maka kita harus selalu siaga,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor  UB, Prof. Widodo, S.Si, M.Si, Ph.D, Med.Sc, mengatakan, dengan inovasi-inovasi yang dimiliki saat ini, diharapkan UB bisa berperan dalam pembangunan bangsa. “Di Filkom kita mengembangkan sistem pertahanan negara melalui sistem drone. Sementara di FMIPA sedang bersingergi dengan PT Pindad untuk menghasilkan material amunisi mandiri buatan dalam negeri,” katanya.

Prof. Widodo menambahkan, UB tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu  perlu kerjasama, sinergi, dan arahan dari semua pihak,  termasuk Kementerian Pertahanan.

Kuliah umum “Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional” ini digelar dalam rangkaian Temu dan Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Ilmu-ilmu Sosial PTN se-Indonesia (FORDEKIIS). Acara diikuti  37 dekan dari seluruh Indonesia. Agenda tersebut diselenggarakan mulai Jumat-Senin, 1-4 Juli 2022, berpusat di FIA UB. (div/mat)