20 Mei 2024

`

Ketua Bhayangkari Polres Malang Kirim Sembako Untuk Korban Banjir Lebakharjo

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Banjir dan tanah longsor yang menerjang Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis  (03/11/2022) malam, mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya Ketua Bhayangkari Cabang Polres Malang, Ny. Ucik Putu Kholis.

 

Warga Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menolong warga yang sedang melintas karena jalan tertimbun longsor dan membersihkan lumpur akibat banjir.

 

DIDAMPINGI Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Ampelgading, Ny. Indasah Budi M, Kapolsek Ampelgading AKP Budi Mulyono, serta sejumlah pengurus Bhayangkari lainnya, mengirim bantuan sembako untuk para warga Lebakharjo yang terdampak bencana alam.

Bantuan sembako diantar langsung ke lokassi bencana, dan diterima Kepala Desa Lebakharjo, Sumarno. “Memang benar, kami dapat bantuan sembako sebanyak 200 paket dari Ketua Bhayangkari Cabang Polres Malang, Ibu Ucik Putu Kholis dan Ibu Indasah Budi M selaku Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Ampelgading,” kata Sumarno, Minggu (06/11/2022) siang.

Kepala Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sumarno menerima bantuan sembako dari Ketua Bhayangkari Cabang Polres Malang, Ny. Ucik Putu Kholis dan Ny. Indasah Budi M, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Ampelgading.

Pak Marno —demikian Kepala Desa Lebakharjo ini biasa dipanggil— menjelaskan, sebetulnya warga yang terdampak banjir dan tanah longsor sebanyak 189 kepala keluarga. “Namun kami malah dibantu lebih banyak lagi, ada 200 paket sembako. Alhamdulillah, atas nama warga saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Bhayangkari Cabang Polres Malang, Ibu Ucik Putu Kholis,” katanya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2014 – 2019 ini menambahkan, bantuan yang diberikan benar-benar sangat bermanfaat dan memang dibutuhkan warga yang terdampak bencana alam. “Jadi, selain butuh alat berat untuk mengevakuasi material banjir dan tanah longsor,  kami memang butuh sembako,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Dandim  0818 Malang-Batu Letkol Inf Taufik Hidayat, Wakapolres Malang Kompol Rizki Tri Putra Errika Adi Wijaya, mengirim bantuan sembako dan  meninjau SDN 02 Lebakharjo,  TK Dharma Wanita,  pemukiman penduduk yang terendam banjir di RT 17 – RT 27, serta tanggul kali glidik, Jumat (04/11/2022) siang.

“Untuk warga yang terdampak kami berikan bantuan sembako sebagai upaya penanganan awal korban banjir. Sedangkan rumahnya yang rusak akibat longsor juga kami bantu semen, sumbangan dari MTC (Malang Tahes Club),” kata bupati seraya menjelaskan saat ini pemkab masih menghitung kerusakan akibat banjir.

Kepala Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sumarno menerima bantuan sembako dari Ketua Bhayangkari Cabang Polres Malang, Ny. Ucik Putu Kholis dan Ny. Indasah Budi M, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Ampelgading.

Seperti diberitakan, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali diterjang banjir dan tanah longsor, Kamis (03/11/2022) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Tak ada korban jiwa, namun 189 rumah, sekolah, mushola, masjid, dan 100 hektar lahan pertanian  terendam banjir.

Kepala Desa Lebakharjo, Sumarno, menjelaskan, fasilitas umum yang terdampak banjir dan tanah longsor di antaranya SDN 2 Lebakharjo, TK Dharma Wanita, Mushola Al Ikhlas di RT 23 dan 27, Masjid Kresek, tanggul kalisat jebol, dam kalisat jebol, tanggul sungai sengkaringan jebol, jalan Sukomaju A, Sukomaju B, jalan Sukomaju B – Lebaksari (Tumpak Winong) tertimbun longsor.

“Total kerugian sekitar Rp 2 miliar. Karena ada 100 hektar lahan pertanian yang ada tanamannya ikut terendam banjir.  Kebutuhan mendesak di antaranya alat berat, sembako, selimut, peralatan dapur, peralatan bersih-bersih, dan sebagainya,” terang Sumarno, Jumat (04/11/2022) malam.

Dia  menjelaskan, banjir dan tanah longsor berawal saat hujan yang turun terus-menerus pada Kamis (03/11/2022) petang, pukul 17.00 WIB – 21.00 WIB. “Hujan turun dengan sangat deras. Setelah itu terjadi banjir yang disertai material lumpur dan tanah longsor di beberapa titik. Akibatnya, sebanyak 189 rumah penduduk terendam air,” jelasnya. (iko/mat)