25 Juli 2024

`

Kemantren Dapat Penghargaan Desa Potensi Ekspor

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyerahkan Penghargaan Desa Potensi Ekspor kepada sejumlah desa di Jawa Timur, termasuk Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Jumat (16/12/2022) siang.

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyerahkan Penghargaan Desa Potensi Ekspor kepada sejumlah desa di Jawa Timur, termasuk Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Jumat (16/12/2022) siang.

 

KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, yang hadir dalam penyerahan penghargaan itu, menjelaskan, Desa Kemantren mendapat penghargaan Desa Potensi Ekspor karena di desa ini terdapat Koperasi Agro Niaga (KAN) yang mempunyai beberapa produksi. Di antaranya, pakan ternak, susu, dan gula merah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, hadir dalam penyerahan penghargaan Desa Potensi Ekspor yang didapat Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Jumat (16/12/2022) siang.

Mantan pejabat di RSUD Kanjuruhan ini menjelaskan, komoditi pakan ternak dan susu sudah lebih dulu dikenal.   Karena kawasan ini memang dikenal sebagai sentra susu dan peternakan sapi perah.  “Untuk pakan ternak Jab Feed, nilai penjualan konsentrat JB Feed mencapai Rp 7,5 miliar per bulan,”  jelasnya, Jumat (16/12/2022) malam.

Mahila Surya Dewi

Sedangkan untuk  produk susu JabMilk, masih kata Mahila Surya Dewi,  nilai penjualannya mencapai Rp 350 juta per bulan dengan volume produksi 1 ton per 2 hari. “KAN Jabung sudah menjalin kerjasama penjualan dengan masyarakat  umum dengan  membentuk B&G Jabmilk. Harapannya,  jadi cikal bakal Desa Devisa,” katanya.

Dengan keberhasilan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, meraih penghargaan Desa Potensi Ekspor ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang akan terus mendorong agar produktivitasnya semakin berkembang. Selain itu juga akan mendata desa-desa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan seperti Desa Kemantren. “Harapannya, setelah mendapat predikat sebagai desa ekspor, ke depan bisa menjadi  desa devisa.  Karena di  Jawa Timur  belum ada desa devisa,” harapnya. (mat)