20 Juni 2024

`

Cegah Stunting, Wali Kota Malang Salurkan Makanan Padat Gizi

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemerintah Kota Malang, menyalurkan satu kilogram daging ayam dalam bentuk frozen dan 10 butir telur di kantor Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (16/05/2023). Salah satu tujuannya, membantu daerah untuk terus mengikis dan menurunkan angka stunting.

 

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyerahkan daging ayam dalam bentuk frozen dan 10 butir telur di kantor Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (16/05/2023). Salah satu tujuannya, membantu daerah untuk terus mengikis dan menurunkan angka stunting.

 

“HARI INI penyaluran daging ayam dan telur. Kita dapat amanah dari pusat untuk membantu daerah dalam rangka mengurangi angka stunting,” terang Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, di sela- sela penyaluran bahan makan dari pusat.

Wali Kota Malang, Sutiaji, melihat data stunting di sela-sela menyerahkan daging ayam dalam bentuk frozen dan 10 butir telur di kantor Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (16/05/2023). Salah satu tujuannya, membantu daerah untuk terus mengikis dan menurunkan angka stunting.

Ia menyebut, di Kota Malang, berdasarkan bulan timbang, angka stunting sudah di angka 8 koma sekian persen. Targetnya, di tahun 2024, di angka 14 persen lingkup pusat. Untuk itu, wali kota telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk tenaga nutriaionet, agar keliling.

“Pemberian bahan makan itu dilakukan selama 3 bulan. Karena ada beberapa problem, mulai ada yang masih mengandung berpotensi stunting. Ada juga anak yang gak mau makan nasi, tapi hanya makan mie dan telur,” lanjutnya.

Lebih lanjut wali kota menjelaskan, para ASN sudah dibagi untuk terus mengawal dan melakukan pencegahan stunting, dengan terus melakukan sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni, menjelaskan, salah satu langkah pencegahan stunting, dengan intervensi. Salah satunya, dengan mengirim makanan langsung kepada yang bersangkutan.

“Seperti di kawasan Kelurahan Kotalama, Kecamatan Klojen. Kita ambil 2 orang usia 19 bulan, sudah dilakukan intervensi dari Dinas Sosial, dengan menggandeng kader di kelurahan. Jadi diberi makan 3 kali sehari. Menunya, disesuaikan dengan keinginan anak, tapi yang padat gizi,” terangnya. (aji/mat)