Mancing Ikan, Tewas Tenggelam di Bendungan Sutami

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Niat hati ingin memancing ikan, namun Feridianto (19) warga Desa Sumberarum, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar malah tewas tenggelam di Bendungan Sutami, Dusun Kopral Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang, Rabu (10/10/2018).

 

 

Evakuasi jenasah Ferdianto yang tenggelam di Bendungan Sutami.

KEPADA awak media Kasubag Humas Polres Malang, Ipda.Eka Yuliandri Aska membenarkan nasib nahas yang menimpa Ferdianto. “Betul, ada laporan dari jajaran Polsek Kalipare bahwa tadi siang ada orang tewas tenggelam di Bendungan Sutami,” terang Kasubag Humas Polres Malang.

“Dari hasil olah TKP dan evakuasi tubuh korban, sama sekali tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan. Korban meninggal dunia murni karena tenggelam,” tegas Aska.

Menurut Aska, peristiwa yang dialami Feridianto terjadi sekitar pukul 15.30. Saat itu korban bersama dengan dua temannya Sugeng dan Genta, memancing ikan di tepi Bendungan Sutami. 30 menit kemudian mereka berpindah tempat dengan menaiki perahu. Semula tidak ada masalah apapun, karena perahu berjalan normal.

Namun saat di tengah sungai, tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi oleng. Korban yang ketakutan langsung melompat ke sungai. Tetapi bukannya bisa berenang, malah korban tenggelam.  Dua temannya yang mengetahui, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka juga tidak bisa berenang. Keduanya hanya berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Saksi Manan dan Mustar, warga sekitar yang mendengar langsung segera menghampiri. Keduanya lantas berusaha mencari tubuh korban yang tenggelam. Beberapa menit kemudian akhirnya tubuh korban ditemukan. Selanjutnya langsung dibawa ke tepi sungai. Namun setelah di tepi, korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

Lantaran takut, akhirnya kejadian itu dilaporkan ke perangkat desa yang selanjutnya diteruskan melapor ke Polsek Kalipare. Setelah dievakuasi, jasad lantas dibawa pulang ke rumah duka.

“Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka tanpa ke kamar mayat, karena pihak keluarga keberatan dan menolak dilakukan proses autopsi,”pungkas Aska. (diy)