Kutuk Teror Bom, MENAWAN Doa Bersama

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Prihatin tragedi bom di sejumlah gereja di Surabaya, calon Wakil Walikota Malang, H. Ahmad Wanedi melaksanakan doa bersama di Posko Relawan Menawan, Jl. Sultan Agung, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu malam, (12/05/2018).

 

Pelaksanaan do’a bersama pasangan MENAWAN dengan semua partai pengusung serta para tokoh lintas agama sebagai aksi keprihatinan korban teror bom di Surabaya.

AHMAD Wanedi menyayangkan dan mengutuk keras tindakan teror bom bunuh diri. Menurutnya, ini adalah tragedi nasional yang sangat disayangkan.

“Ini tindakan biadab. Apalagi mengajak anak kecil dalam  bom bunuh diri. Sungguh, ini benar- benar kelakuan intoleransi di negeri yang sangat majemuk ini. Kami, selaku pasangan Menawan, dengan segala keberagaman, tetap akan mempertahankan dan memperjuangan kebhinekatunggalikaan. Intoleransi, musuh bersama,” tuturnya saat gelar doa bersama.

Hadir dalam kegiatan itu, seluruh perwakilan partai pengusung, para relawan, serta tokoh lintas agama. Dengan dilaksanakan di tempat terbuka dan hanya diterangi  cahaya lilin, do’a bersama terasa semakin khusuk. Selain itu, pembacaan puisi dengan tema ‘Lagi dan Lagi’ semakin menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menyayangkan aksi teror.

Do’a bersama pasangan MENAWAN dengan semua partai pengusung serta para tokoh lintas agama di Malang.

“Apa yang terjadi, sangat mengganggu ketertiban nasional. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Pasangan kami merangkul semua pihak, termasuk para tokoh lintas agama. Mengawal terus toleransi umat beragama, khususnya di Kota Malang. Semoga aksi teror tidak terjadi di Malang, sehingga bisa tenang dalam beribadah bagi semua umat beragama,” lanjut Wanedi.

Lebih lanjut, ia mengharapkan kedamaian akan terus berjalan di Kota Malang. Namun juga mengingatkan agar semua masyarakat tetap waspada. Selanjutnya, jika ada yang mencurigakan, ia minta untuk segera meginformasikan kepada pihak yang berwenang.

“Jika ada yang mencurigakan di sekitar kita, segeralah melapor. Lebih baik melakukan upaya antisipasi. Simbol kebersamaan harus tetap dijaga,” pesannya. (ide)