18 Mei 2024

`

Urai Kemacetan, Dishub Rekayasa Lalu Lintas Buk Gluduk

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, dipimpin Wali Kota Malang, H. Sutiaji, melakukan uji coba manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan Buk Gluduk, Kota Malang, lingkungan Batalyon Perbekalan dan Angkutan 2/Mawwat Wastwan Jaya (Yon Bekang 2/Kostrad), Jumat (26/08/2023) siang.

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, naik tangga, memasang rambu lalu lintas di kawasan jembatan Buk Gluduk, Kota Malang, di lingkungan Batalyon Perbekalan dan Angkutan 2/Mawwat Wastwan Jaya (Yon Bekang 2/Kostrad), Jumat (26/08/2023) siang.

 

MENURUT Sutiaji, rekayasa lalu lintas ini sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan jembatan (Buk Gluduk), Kelurahan Sukoharjo, Kota Malang. “Pelebaran jalan belum memungkinkan untuk dilakukan saat ini. Ada beberapa cara untuk mengatasi kemacetan di sini. Yang ekstrim adalah pelebaran jalan. Tapi itu butuh cost (biaya) tinggi. Untuk menunggu itu, kita lakukan manajemen rekayasa lalu lintas,” katanya di lokasi kegiatan, Jumat (26/08/2023) siang.

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, memimpin rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Buk Gluduk, Kota Malang, di lingkungan Batalyon Perbekalan dan Angkutan 2/Mawwat Wastwan Jaya (Yon Bekang 2/Kostrad), Jumat (26/08/2023) siang.

Sutiaji menambahkan, manajemen rekayasa ini tidak bisa permanen. Belum tentu volume kendaraan bisa berkurang atau bertambah. Karena itu akan dilihat seberapa efektifkah rekayasa ini. “Belum tentu juga dalam waktu 1-2 hari atau 2-3 minggu. Untuk itu Forum Lalu Liintas agar menganalisa di pra-nya. Kemudian pada pascanya akan dilihat seberapa efektif lalu lintasnya. Melihat efektif atau tidaknya dilihat dari datanya. Kita lihat dan basicnya data itu dan ada pada analisanya,” jelasnya.

Di kawasan jembatan Buk Gluduk juga terdapat wilayah militer. Karena itu di kawasan itu ada pengecualian untuk arah belok kanan langsung (Jl. Untung Suropati) untuk kendaraan militer. “Ini proses, sehingga harapannya masyarakat sadar. Saya yakin masyarakat mulai paham terkait rekayasa. Tujuannya, bisa mengurangi beban dan volume kendaraan,” terangnya. (aji/mat)