29 Januari 2023

`

Tahap Awal, UM Terima 50 Mahasiswa Kedokteran

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Negeri Malang (UM) Jawa Timur, pada Agustus 2023 ini akan membuka pendaftaran mahasiswa kedokteran. Pada tahap awal, kuotanya dibatasi, cuma 50 mahasiswa.

 

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal

 

HAL INI dijelaskan Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal,  Kamis  (19/01/2023) siang. Menurutnya, ijin pertama sudah turun dari Kementrian Kesehatan. Karena, sebelum mendirikan Prodi S1 Kedokteran, wajib mendapat rekomendasi dari beberapa pihak.

“Rekom yang pertama pastinya dari Kementerian Kesehatan. Alhamdulillah sudah turun. Ini  setelah Dirjen Kemenkes mengunjungi kampus ini beberapa waktu lalu,” katanya.

Dia menambahkan, Tim Kemenkes mereview segala persiapan, sarana prasarana, termasuk melihat langsung gedung Fakultas Kedokteran UM. “Alhamdulillah Kemenkes kemarin memberikan surat ijin pendirian Prodi Kedokteran,” katanya lega.

Selanjutnya tinggal rekomendasi dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Lembaga ini dua minggu kedepan bakal melakukan visitasi langsung ke UM sebagai tindak lanjut dari berbagai proses dan kelengkapan dokumentasi.

Langkah ketiga, UM  telah mengantongi ijin dari  Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). “Ketiga langkah tersebut telah dijalani, yang menandakan UM siap membuka Prodi S1 Kedokteran. Harapannya, Agustus 2023 ini, tahun ajaran 2023/2024, UM sudah dapat menerima mahasiswa baru Fakultas Kedokteran. Angkatan perdana, sementara daya tampungnya masih 50 mahasiswa,” jelas Prof. Dr. Ibrahim Bafadal.

Gedung perkuliahan yang menghadap jalan Surabaya telah disiapkan untuk perkuliahan mahasiswa Kedokteran. Yakni gedung B1, B2 dan B3. Rencananya, Gedung B2 jadi kantor Dekanat dan untuk menggelar rapat. Sadangkan gedung B3 yang tiga lantai untuk perkuliahan. Sedangkan gedung B3, terdapat fasilitas life skill dan  Laboratorium kering serta basah.

Terkait rumah sakit pendidikan, UM telah bekerjasama dengan RSUD Kanjuruhan di Kepanjen, milik Pemkab Malang.  (div/mat)

CUKAI SATPOL PP KOTA MALANG