20 Mei 2024

`

Polresta Malang Ungkap 513 Kasus, Terbanyak Premanisme

1 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Hasil ungkap kasus yang dilakukan Polresta Malang Kota dalam Operasi Pekat Semeru 2023 meningkat tajam jika dibandingkan 2022. Pada 2022 berhasil mengungkap 113 kasus. Sedangkan 2023 sebanyak 513 kasus. Meningkat 453%. Yang paling banyak kasus premanisme.

 

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto bersama Wali Kota Malang, Sutiaji dan sejumlah pejabat lainnya, saat ungkap kasus dan pemusnahan barang bukti di halaman Ballroom Sanika Satyawada, Polresta Malang, Rabu (29/03/2023).

 

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto saat ungkap kasus dan pemusnahan barang bukti di halaman Ballroom Sanika Satyawada, Polresta Malang, Rabu (29/03/2023).

HAL INI disampaikan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto,  saat ungkap kasus dan pemusnahan barang bukti di halaman Ballroom Sanika Satyawada, Polresta Malang, Rabu (29/03/2023). “Operasi Pekat Semeru dilaksanakan setiap tahun  oleh polres jajaran Polda Jatim. Pada  2022 berhasil mengungkap 113 kasus. Sedangkan 2023 sebanyak  513 kasus. Jadi meningkat 453%,” katanya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, membakar barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru 2023 di halaman Ballroom Sanika Satyawada, Polresta Malang, Rabu (29/03/2023).

Jika dirinci,  dari 513 kasus, sebanyak   17 kasus merupakan target operasi dan 497 kasus bukan target operasi.  Sebanyak  412 kasus premanisme, 45 kasus prostitusi, 47 kasus miras, 1 kasus handak (bahan peledak), 9 kasus narkoba, dan 1 kasus judi.  “Sebanyak 17 tersangka target operasi dan 497 tersangka lainnya menjalani pembinaan,” lanjutnya.

Dari seluruh kasus yang diungkap, barang bukti yang diamankan uang tunai Rp 4.352.000,  sebanyak 972 botol miras jenis arak, 1.300 botol miras dari berbagai merek, 5 kilogram bahan peledak berupa bubuk mercon, 400,61 gram sabu, 21,444 ganja, 655 double L, 7 unit handphone, 1 unit mobil sedan Mazda Famillia, dan 2 unit motor. (aji/mat)