20 Juli 2024

`

Pekerja Proyek Temukan Rel Kuno di Kayutangan Heritage

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Rangkaian rel kereta api (KA) sepanjang 8 hingga 10 meter, yang membujur dari arah selatan ke utara, ditemukan di depan Patung Chairil Anwar, kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (21/10/2022).

 

Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memantau ditemukannya rel trem di depan Patung Chairil Anwar, kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (21/10/2022).

 

 

LINTASAN trem (kereta api zaman dulu yang beroperasi di tengah kota dengan lintasan khusus) ini ditemukan pekerja proyek yang sedang menggarap pemasangan batu andesit di koridor 3 Kayutangan Heritage, Rabu (19/10/2022) siang.

Hal tersebut dibenarkan salah satu anggota pelaksana proyek, CV Sinar Mulia, Hafiz. “Baru kelihatan utuh itu pada Kamis (20/10/2022) siang. Waktu Rabu itu sebenarnya sudah kelihatan. Saat kami gali kok keras. Ternyata ada sebuah besi,” jelasnya, Jumat (21/10/2022) siang.

Rel treem tahun 1948 (agresi militer Belanda), tepat di depan Gereja Kayutangan yang saat itu belum ada patung Chailir Anwar.

Sementara  itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang memantau di lokasi mengatakan,  baru tahu ada penemuan rel tersebut.

“Iya, ini baru ada info Mas. Makanya kita langsung meluncur ke sini, Sebetulnya kita juga tidak tahu dengan penemuan ini, karena kita tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan Kayutangan Heritage. Padahal di sini adalah zona cagar budaya dengan beberapa komponen yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Seperti, patung Chairil Anwar dan Gereja Kayutangan,” ungkap Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Dian Kuntari yang berada di lokasi bersama Tim TACB Malang.

Sementara itu, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Rakai Hino Galeswari, mengungkapkan, rel tersebut masih satu rangkaian dengan temuan rel di depan Toko Avia dan Raja Bali. Diperkirakan rel ini dibangun pada zaman colonial Belanda. Saat itu, diawaki Malang Stoomtram Maatschappij (MSM), membangun sebuah lintasan trem yang terbentang mulai Stasiun Blimbing hingga Jagalan.

Rangkaian rel kereta api (KA) sepanjang 8 hingga 10 meter, yang membujur dari arah selatan ke utara, ditemukan di depan Patung Chairil Anwar, kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat ( 21/10/2022 ) .

Panjang lintasan seluruhnya diperkirakan 6 kilometer. Belanda sudah membuka jalur kereta ini sejak 15 Februari 1903 dan ditutup pada tahun 1959.

Sebetulnya, saat era kepemimpinan Wali Kota Malang,  Sugiono,  saat itu lintasan rel trem ini masih terlihat, hingga kemudian untuk alasan keselamatan pengendara, akhirnya ditutup aspal. “Dulu, fungsi lintasan rel trem ini sangat strategis. Kayutangan dulunya merupakan kawasan pusat perdagangan, sentra produksi, dan pemukiman warga Belanda dan Eropa. Selain membawa muatan barang, trem ini juga memuat orang,” jelas Rakai.

Menyingkapi penemuan rel ini, TCAB Kota Malang menginginkan ada tindak lanjut dari pelaksana proyek dan Pemkot Malang. “Yang begini-beginian (rel trem) harus kita pedulikan. Jangan sampai ditutup tanpa ada tandanya,” haranya.

Mengingat kesepakatan terakhir  pada 11 November 2020,  saat ada temuan rel di perempatan Raja Bali, Wali Kota Malang (Sutiaji) telah menjanjikan untuk menugaskan kepala proyek memberikan tanda pada andesit ketika terdapat struktur rel bersejarah di bawahnya. (div/mat)