22 April 2024

`

Alat Berat Terbatas, Upaya Membersihkan Material Banjir Terhambat

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejak diterjang banjir bandang pada Senin (17/10/2022) pagi, upaya relawan dan warga Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, membersihkan material banjir, hingga Minggu (23/10/2022) petang, belum juga selesai. Kurangnya alat berat menjadi kendala tersendiri bagi mereka.

 

Wakil Bupati Malang, Didik GS meninjau salah satu sekolah di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang rusak diterjang banjir, Minggu (23/10/2022) petang.

 

HAL INI disampaikan Kepala Desa Lebkaharjo, Sumarno, saat mendampingi Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, meninjau lokasi banjir, Minggu (23/10/2022) petang.

“Upaya membersihkan material banjir berjalan sedikit melambat, karena di Jl. Sukomadu B – Lebaksari, terdapat 7 titik longsor. Sejauh ini  baru terselesaikan 3 titik. Ini dikarenakan pembersihan dilakukan secara manual oleh warga beserta relawan, serta kurangnya alat berat yang mendukung kegiatan pembersihan,” katanya.

Wakil Bupati Malang, Didik GS bersama Kades Lebakharjo, Sumarno, meninjau sungai yang menjadi penyebab banjir di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (23/10/2022) petang.

Meski demikian, masih kata Sumarno, upaya membersihkan material banjir tetap dilakukan menggunakan dua alat berat dari Dinas Bina Marga dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), kerja bakti warga dan relawan. Karena lokasi terdampak banjir banyak, menyebar di hampir di seluruh desa. “Fasilitas umum, seperti sekolah dasar sudah 95%, masjid dan mushola sudah 95%, pemukiman warga 85% terselesaikan,” terangnya.

Sedangkan akses jalan yang terdampak longsoran, di antaranya  Jl. Lebakharjo – Purwoharjo sudah 95% teratasi, Jl.  Lebakharjo -Sonowangi 95%, Jl. Sukomadu A-Krajan II 95%. “Khusus  Jl. Sukomadu B – Lebaksari Baru, sejauh ini baru 30% teratasi,” tutur mantan anggota DPRD Kabupaten Malang 2014 – 2019 ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik GS, menyerahkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI dan dari Dinas Sosial Kabupaten Malang berupa lauk- pauk siap saji, makanan untuk anak-anak, selimut, matras, makanan siap saji, kasur, dan sembako.

Mantan Kepala Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini juga meninjau beberapa titik banjir dan tanah longsor menggunakan sepeda motor.  Saat meninjau pertemuan sungai yang meluap ke Desa Lebakharjo, dia menjelaskan, “Sungai inilah yang menjadi pertemuan Kedung Ondo dan Sungai Kalisat yang menjadi penyebab banjir di Desa Lebakharjo.” (iko/mat)