25 Februari 2024

`

Pajak Penyokong Terbesar PAD Kabupaten Malang

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta orang, maka pendapatan dari sektor pajak masih merupakan penyumbang terbesar bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang, hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Purnadi, Rabu (08/8/2018).

 

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Purnadi.

KEPADA awak media pria yang sebelumnya menjabat Kadispendukcapil Kabupaten Malang, menjelaskan dalam penerimaan daerah Kabupaten Malang di semester awal 2018, dari sektor pajak sudah menyumbang Rp 148.623.958.349,64 dari target yang ditetapkan Rp 205.066.331.000,00. Sedangkan total realisasi penerimaan daerah Kabupaten Malang sampai 31 Juli 2018 sebesar Rp 305.444.828.663,76 dari target Rp 489.326.953.004,96.

“Realisasi dari penerimaan pajak dari yang ditargetkan sampai 31 Juli 2018 sekitar 72,48%. Untuk kenaikan pendapatan dari sektor pajak, terbesar dari BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan-red) yang mencapai Rp 60.764.330.430,50,” terang Kepala Bapenda Kabupaten Malang.

“Sedangkan target untuk penerimaan BPHTB di awal 2018 hanya Rp 50 M, alhamdulillah jauh melampui dari apa yang ditargetkan,” tambahnya.

Sedangkan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang pembayaranya sudah mendekati batas akhir, Bapenda Kabupaten Malang baru memperoleh Rp 28.731.061.779.26 dari target Rp 63.800.000.000,00. “Memang realisasi PBB kita baru 45,03%, tapi kita nyakin sampai akhir Agustus target itu akan tercapai, batas akhir pembayaran PBB kan tanggal 31 Agustus. Untuk itu kami himbau agar masyarakat segera membayarkan kewajibannya, karena jika terlambat nantinya akan ada denda 2% dari pokok pajak setiap bulan keterlambatannya,”jelas Purnadi.

Dibawah sektor pajak, penyumbang nomor dua pendapatan daerah Kabupaten Malang adalah dua RSUD yakni Kanjuruhan dan Lawang yang menyetorkan Rp 62.472.119.917,56 ke kas daerah. Disusul kemudian sektor kesehatan yang menyumbang Rp 44.847.867.172,35.

Sedangkan dari sektor pariwisata yang selama ini sangat gencar promosinya dan menjadi produk unggulan Kabupaten Malang, Bapenda belum bisa merinci berapa pendapatannya. “Untuk sektor pariwisata akan diketahui nanti pada akhir tahun. Kita akan melakukan evaluasi terhadap pajak restoran, hotel, hiburan dqn parkir, jumlah itu signifikan tidak dengan biaya promosi yang selama ini dikeluarkan,”pungkas Purnadi. (diy)