20 Juni 2024

`

MMD di SDN 1 Karangjati, Mahasiswa UB Ciptakan Stasiun Edukasi

2 min read

PASURUAN, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 700 di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan sumber belajar berbasis online dalam bentuk aplikasi bernama Stasiun Edukasi.

 

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 700 di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, bersama para siswa SD Negeri 1 Karangjati, belum lama ini.

 

DENGAN slogan Semua Bisa Belajar, aplikasi Stasiun Edukasi dapat menjadi jembatan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) untuk menemukan sumber belajar interaktif, serta membuka akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan berkualitas.

Pembuat aplikasi, Ferdiansah Dwika Permana, mengatakan, peluncuran aplikasi ini dilatarbelakangi keterbatasan akses sumber belajar di SD Negeri 1 Karangjati. “Sebagian besar siswa mengatakan bahwa akses terhadap sumber belajar sebelumnya sangat terbatas, bahkan akses terhadap buku paket hanya dimiliki oleh guru dan sebagian kecil siswa saja. Ini dikarenakan terbatasnya stok buku di sekolah,” katanya.

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 700 di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjelaskan sumber belajar berbasis online dalam bentuk aplikasi bernama Stasiun Edukasi kepada para siswa SD Negeri 1 Karangjati, belum lama ini.

Seperti yang dikatakan Reyhan, salah satu siswa kelas 6 di SD Negeri 1 Karangjati. “Kami sangat terbatas dalam akses belajar. Satu-satunya sumber informasi yang kami miliki di sekolah adalah melalui guru di kelas. Bahkan, beberapa dari kami belum pernah memiliki buku paket sehingga guru menyampaikannya secara langsung kepada kami,” katanya, belum lama ini.

Ferdiansah menambahkan, aplikasi Stasiun Edukasi menyediakan berbagai bentuk sumber belajar interaktif. Di antaranya, modul materi pembelajaran, kuis, dan video pembelajaran.

Seluruh konten yang tersedia dalam aplikasi ini telah dikurasi dari sumber-sumber terpercaya, termasuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta penyedia lain, seperti Zenius dan Quizziz. Keberadaan materi-materi berkualitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa SD di Desa Karangjati dan sekitarnya.

“Stasiun Edukasi tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga untuk para tenaga pendidik atau guru. Aplikasi ini menyediakan modul ajar yang dapat membantu guru SD dari kelas 1 hingga kelas 6 dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih menarik dan interaktif,” kata Ferdiansah.

Dalam penerapannya, Ferdiansah mengatakan, para siswa di Desa Karangjati turut antusias ketika aplikasi “Stasiun Edukasi” diperkenalkan kepada mereka.  “Dengan hadirnya aplikasi ini, para siswa dan guru merasa memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami materi pembelajaran lebih baik,” katanya.

Pengembangan Stasiun Edukasi dilakukan dalam waktu tiga minggu, selama program Mahasiswa Membangun Desa berlangsung. Setelah berhasil dikembangkan, aplikasi ini disosialisasikan kepada siswa-siswi di SD Negeri 1 Karangjati, Kabupaten Pasuruan. Aplikasi ini tidak hanya terbatas bagi siswa SD Negeri 1, melainkan juga dapat diakses oleh siapa pun yang memiliki akses internet melalui link “stasiunedukasi.my.id”.

Ferdiansah berharap aplikasi Stasiun Edukasi bisa menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa agar dapat memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah pedesaan. “Harapannya, inisiasi pendidikan seperti Stasiun Edukasi dapat terus berkembang dan terjangkau ke lebih banyak wilayah di seluruh Indonesia,” harapnya.  (div/mat)