13 April 2024

`

Di Universitas Brawijaya, Jumlah Maba Magister dan Doktor Tak Sebanding Dengan Maba S1

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Jumlah mahasiswa baru yang masuk Program Magister dan Doktor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, pada 2023 ini memang cukup banyak, mencapai 1.793 orang. Namun jika dibandingkan dengan mahasiswa S1 UB yang sebanyak 15.488 orang, proporsi mahasiswa pascasarjana hanya sekitar 11,6 persen. Selisihnya masih sangat jauh.

 

Sebanyak 1.793 mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, mengikuti Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) di Gedung Samantha Krida, Senin (21/08/2023) pagi.

 

HAL INI disampaikan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (SPUB), Prof. Dr. Moh. Khusaini, SE, M.Si, MA, saat Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Universitas Brawijaya (UB), di Gedung Samantha Krida, Senin (21/08/2023) pagi.

Mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, yang mengikuti Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK), dialog dengan petinggi UB, di Gedung Samantha Krida, Senin (21/08/2023) pagi.

“Tahun ini fakultas yang paling banyak menerima mahasiswa pascasarjana adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB),” katanya.

Rinciannya, dari sekolah pascasarjana UB sebanyak 156 mahasiswa, Fakultas Hukum 205 mahasiswa, FEB 232 mahasiswa, Fakultas Ilmu Administrasi sebanyak 172, Fakultas Pertanian sebanyak 228, Fakultas peternakan 113, Fakultas Teknik 168, Fakultas Kedokteran 104, FPIK 34, FMIPA 145, FTP 60, FISIP 80, FIB 17, Filkom 41, dan Fikes 38 mahasiswa.

“Total tahun 2023 ini sebanyak 1.793 mahasiswa baru. Namun perlu diperhatikan, kalau dibandingkan dengan mahasiswa S1 di Universitas Brawijaya yang sebanyak 15.488 mahasiswa, maka proporsi mahasiswa pascasarjana sekitar 11,6 persen,” terangnya.

Prosentase yang masih jauh dibandingkan dengan mahasiswa S1 ini, menurut Moh. Khusaini, masih menjadi PR bagi para pimpinan dan seluruh unsur perguruan tinggi UB untuk meningkatkan minat  mahasiswa agar sekolah di pascasarjana UB.  “Jadi masih perlu ditingkatkan. Ke depan, mudah-mudahan kita semua bisa memperbanyak jumlah mahasiswa pascasarjana,” harapnya.

Prof. Khusaini memaparkan data, secara nasional SDM Indonesia masih didominasi lulusan sekolah dasar, baik yang lulus maupun tidak. Untuk jumlah yang melanjutkan studi S2 dan S3 jumlahnya sangat sedikit.  “SDM Indonesia yang telah menyelesaikan studi S2 hanya sebanyak 0,3 persen, sementara yang menyelesaikan program doktor itu hanya sebesar 0,02 persen,” paparnya.

Hal ini menjadi PR bersama sebagai institusi dan lembaga pendidikan tinggi agar ke depan bisa mencetak para lulusan program magister dan program doktor semakin banyak. “Dan tentu semakin berkualitas sehingga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar untuk  bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, sebanyak 1.793 mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, mengikuti Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) di Gedung Samantha Krida, Senin (21/08/2023) pagi.

Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (SPUB), Prof. Dr. Moh. Khusaini, SE, M.Si, MA, menjelaskan, ORDIK diikuti mahasiswa baru dari 14 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana.

Di tempat yang sama, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. yang membuka ORDIK mentargetkan adanya peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana di setiap fakultas. “Ini PR bagi seluruh dekan, bagaiamana tahun depan ada peningkatan, minimal 20 persen, sehingga jumlah mahasiswa pascasarjana meningkat,” katanya.

Menurutnya mahasiswa S2 ini harus sadar bahwa mereka tidak bisa hanya mengikuti alur pendidikan seperti halnya mahasiswa S1. Harus ada terobosan yang bisa diciptakan oleh mahasiswa magister dan doktor tersebut.  “Sehingga yang dikejar harus bagaimana mengembangkan penelitian, pengetahuan baru, dan inovasi,” tegasnya.

Dalam ORDIK tersebut menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc, yang hadir secara daring, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, SP, MP, dan beberapa narasumber lainnya.  (div/mat)