22 April 2024

`

Mahasiswa FKUB Screening Katarak di Ciptomulyo

2 min read
"Sebelumnya, rangkaian acara pertama OK dilaksanakan secara daring dengan melakukan webinar seputar katarak dan kesehatan mata. Berlangsungnya screening katarak ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan tingginya prevalensi buta katarak di Indonesia.”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang, Jawa Timur, melakukan screening katarak, terhadap 30 lansia, Jumat, (24/06/2022) di Posyandu Lansia RW. 04 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

 

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang, Jawa Timur.

 

Salah satu lansia sedang menjalani pemeriksaan mata.

MENURUT Akmal Fachriansyah, ketua pelaksana kegiatan ini, screening katarak merupakan rangkaian  program kerja Operasi Katarak 2022 yang dilaksanakan Bidang Pengembangan Masyarakat HMPD FK UB. “Program kerja operasi katarak ini memiliki dua rangkaian acara, yaitu screening katarak dan observasi operasi katarak,” katanya, Jumat (08/07/2022) siang.

Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang, Jawa Timur, melakukan screening katarak, terhadap 30 lansia, Jumat, (24/06/2022) di Posyandu Lansia RW. 04 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Akmal menambahkan, rangkaian screening katarak ini merupakan inovasi baru yang dilaksanakan tahun ini. “Sebelumnya, rangkaian acara pertama OK dilaksanakan secara daring dengan melakukan webinar seputar katarak dan kesehatan mata. Berlangsungnya screening katarak ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan tingginya prevalensi buta katarak di Indonesia,” jelasnya.

Tujuan screening katarak ini sebagai upaya prevensi kejadian buta katarak di Indonesia, khususnya Kota Malang. “Harapannya, masyarakat yang menderita katarak dapat terdeteksi lebih dini sehingga bisa segera mendapatkan pertolongan medis sebelum terlambat,” harapnya.

Akmal menjelaskan, screening katarak ini diadakan oleh mahasiswa kedokteran HMPD FK UB  bekerjasama dengan tim dokter dari PPDS (Program Studi Pendidikan Dokter) FK UB dan PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Malang Raya.

Mahasiswa FK UB sedang memeriksa mata lansia.

Proses screening katarak melewati enam station. Terdiri dari station pendataan diri dan pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), visus, segmen anterior pre-midri, segmen anterior post-midri, funduskopi, dan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) serta pengisian kuesioner evaluasi. Proses screening katarak utamannya dilakukan oleh tim dokter sebagai pemeriksa,  dibantu volunteer yang merupakan mahasiswa preklinik kedokteran FK UB.

Sesi screening katarak berlangsung selama 195 menit untuk menyelesaikan pendataan diri hingga edukasi bagi seluruh peserta screening. Pada akhir acara, hasil pemeriksaan diolah dan direkap oleh tim dokter untuk menentukan pasien-pasien dengan indikasi katarak. Peserta yang terindikasi katarak kemudian dihubungi dan diarahkan untuk mengonsultasikan kondisi dan keputusan tindakan medis selanjutnya dengan dokter spesialis mata dari Departemen Mata FK UB.

Terpisah, Rinto Wahyuno, Ketua RW. 04, Kelurahan Ciptomulyo, menilai kegiatan para mahasiswa ini sangat bermanfaat, karena mempermudah akses untuk melakukan screening mata secara gratis dan efisien waktu. “Jadi, kami tidak perlu pergi ke rumah sakit,” katanya. (hammadah aqila/rahmat)