23 April 2024

`

Kuota Internet Untuk Guru dan Murid Sudah Cair

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI akhirnya mencairkan kuota internet gratis untuk guru dan siswa. Pencairannya bertahap, sehingga baru sebagian yang bisa menikmati kuota internet gratis tersebut.

 

Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau sekolah tatap muka.

 

BANTUAN kuota internet sudah cair, namun bertahap. Bantuan kuota internet berlangsung hingga September-November depan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Jawa Timur, Suwarjana, SE, MM, belum lama ini.

Suwarjana tidak bisa memastikan berapa persen guru maupun siswa yang menikmati kuota ini,  karena pencairannya langsung ke nomor telepon masing-masing guru atau siswa. “Yang dapat (kuota internet gratis) itu sudah mendaftarkan nomornya dan telah terdaftar di dapodik (data pokok pendidikan),” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Jawa Timur, Suwarjana, SE, MM.

Mantan Kabag Umum Pemkot Malang ini menjelaskan, estimasi jumlah pelajar dan guru yang bakal menerima mencapai 58 ribu jiwa. Rinciannya, 45 ribu pelajar dan 13 ribu guru.

Meski tengah menggelar sekolah tatap muka (PTM), Suwarjana ingin bantuan kuota tetap digunakan semestinya. Jika jam pembelajaran selama PTM dinilai kurang, maka eksplorasi belajar secara daring bisa diterapkan. Tentu dengan pengawasan dari orang tua. “Untuk itu perlu ada pengawasan orang tua. Kami harap kuota ini mampu membantu di saat keadaan lagi susah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono. Menurutnya, jumlah guru dan pelajar yang telah menerima kuota internet gratis juga belum terdata. Sebab, input data bantuan kuota tersebut dilakukan oleh pelajar dan guru. “Kami tidak punya datanya, mengingat mekanisme program ini adalah input data pada masing-masing sekolah,” paparnya.

Mantan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malang ini telah mengingatkan masing-masing sekolah untuk mendata nomor telepon masing-masing pelajar maupun guru yang masuk daftar penerima kuota internet gratis. Sehingga pihaknya bisa memantau jika terjadi hambatan. “Operator seluler nanti juga ikut mendata nomor pelajar di sekolah yang telah cair agar bisa ikut mengawasi,” sambungnya.

Perlu diketahui, Kemendikbud Ristek memberikan kuota cukup besar kepada setiap pelajar dan guru. Rinciannya, 7 GB per bulan untuk siswa PAUD serta 10 GB per bulan untuk siswa SD/SMP/SMA/SMK. Sementara untuk guru bakal mendapatkan kuota 12 GB per bulan.  (div/mat)