25 Februari 2024

`

Berkat Kotoran Sapi, Mahasiswa UB Raih Penghargaan di China

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Berkat kotoran sapi, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) lintas fakultas meraih penghargaan di Guangzhou, China. Para mahasiswa tersebut, mengembangkan alat Microbial Fuel Cell yang berfungsi untuk mengubah kotoran sapi menjadi energi listrik.

 

Para mahasiswa UB saat meriah penghargaan di China.

 

Alat dan hasil produksinya.

PADA KOMPETISI 10th, International Exhibition of Inventions and 3rd World Innovation and International Invention Forum 2018, di Foshan, Guangzhou, China (13/9-15/9/2018) lalu, memperoleh tiga penghargaan sekaligus.

Ketiga penghargaan itu, Silver Medal serta International Invention Award dari Malaysian Association of Research Scientists (MARS) dan Young Innovator Award dari Citizen Innovation Singapore.

Naila El’ Arisie, Ketua Tim Penelitian, mengatakan, penelitian yang dilakukan selama 3 bulan. Terinspirasi dari penelitian yang dilakukan luar negeri, dan diaplikasikan secara langsung.

“Kami lihat di Indonesia belum pernah ada yang mengaplikasikan, jadi kami ingin membuktikan. Lalu dicoba juga diintegrasikan dengan aplikasi perangkat lunak,” tutur mahasiswa jurusan Teknik Industri ini.

Selain Naila, penelitian melibatkan Muhammad Khuzain (Fakultas Teknik), I Wayan Angga Jayadiyuda (Fakultas Teknik), Muhammad Syarifuddin (Fakultas Ilmu Komputer), Firdausi (Fakultas Pertanian), Rina Ervina (Fakultas Ekonomi & Bisnis), Tubagus Syailendra W (Fakultas Ilmu Sosial & Politik), Hendra Surawijaya (Fakultas Kedokteran Hewan), dan dosen pembimbing Eka Maulana, ST., MT., M.Eng.

Naila melanjutkan, alat tersebut berbentuk chamber dari akrilik yang memakai bantuan PEM (Proton Exchange Membrane). Kotoran berfungsi sebagai substrat untuk membangkitkan listrik karena kandungan bakteri elektroaktifnya.

“Untuk prototype kami menggunakan kotoran sapi terlebih dahulu. Sedangkan aplikasi perangkat lunak yang dibuat berfungsi untuk mengontrol suhu, kelembapan, tegangan, serta arus yang dihasilkan,” lanjut Naila.

Dari pengukuran, setiap chambernya bisa menghasilkan 1 volt. Karena e chamber, alat tersebut dapat menghasilkan 3 volt dan bisa dinaikkan menjadi 22 volt menggunakan boost converter. Jika diaplikasikan untuk peralatan rumah tangga, tinggal diperbanyak jumlah chambernya. (ide)