23 April 2024

`

Bagikan Bunga, 300 Elemen Masyarakat Gelar Aksi Bela Palestina

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) melakukan aksi damai, membela Palestina, di depan Balaikota Malang, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/01/2024) siang.

 

Peserta aksi bela Palestina membagikan bunga saat Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) melakukan aksi damai, di depan Balaikota Malang, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/01/2024) siang.

 

Peserta aksi bela Palestina mengibarkan bendera saat Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) melakukan aksi damai, di depan Balaikota Malang, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/01/2024) siang.

MOHAMAD Taufik Setyawan, Sekretaris IKADI, menjelaskan, aksi tersebut sebagai bentuk dukungan atas tuntutan Afrika Selatan yang meminta Israel untuk diadili. Aksi damai dilakukan serentak di 100 kota di Indonesia, sekaligus sebagai peringatan 100 hari ketegangan Israel dan Palestina.

“Sudah 100 hari sejak tanggal 7 Oktober tahun lalu, terjadi ketegangan Israel dan Palestina. Aksi ini berskala internasional, dan serentak di berbagai negara. Untuk di Indonesia, dilakukan di 100 kota,” terang Mohamad Taufik Setyawan,  ditemui di sela- sela aksi damai.

Ia menjelaskan, peserta aksi datang dari berbagai elemen masyarakat. Mulai  IKADI, PA 212, Komite Nasional Rakyat Palestia (KNRP), termasuk santri dari PPDU dan masyarakat lannya. “Jumlahnya sekitar 300 an orang,” katanya.

Mohamad Taufik Setyawan Peserta aksi bela Palestina membagikan bunga saat Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) melakukan aksi damai, di depan Balaikota Malang, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/01/2024) siang.

Selain melakukan aksi damai, para peserta juga melakukan aksi flashmob. Membentangkan sejumlah bendera model Palestina dan merah putih. “Selain orasi, ada flashmob dengan bendera Palestina dan merah putih, mengelilingi Alun alun Balaikota Malang. Dilanjutkan dengan bagi-bagi bunga kepada pengguna jalan,” terangnya.

Mohamad Taufik Setyawan berharap, apa yang dilakukan sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu pihak kementerian luar negeri bisa segera marespon. (aji/mat)