13 April 2024

`

Agar Lebaran Nyaman, Polisi Gelar Operasi Ketupat Semeru

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Operasi Ketupat Semeru 2023, akan dimulai 18 April hingga 01 Mei 2023. Diperkirakan  akan terjadi peningkatan arus lalu lintas. Karena itu Kota Malang akan mendirikan 6 pos pengamanan, 1 pos pelayanan, 1 pos pantau,  dan 1 pos mobile. 

 

Wali Kota Malang, Kapolresta Malang, Dandim 0833/Kota Malang, dan Bakorwil Jawa Timur, sepekat membuat Kota Malang aman, nyaman dan kondusif selama Idul Fitri 1.444 H.

 

HAL INI disampaikan Kapolresta Malang Kota,  Kombes Pol Budi Hermanto, usai  Rapat Koordinasi (Rakor) menyiapkan Operasi Ketupat Semeru 2023, diikuti Wali Pemerintah Kota Malang, Kodim 0833/Kota Malang, serta Bakorwil Jawa Timur, di Aula Mako Polresta Malang Kota, Kamis (13/04/2023) siang.

“Operasi Ketupat Semeru 2023 akan dimulai 18 April hingga 01 Mei 2023. Di tanggal 17 April, akan dilakukan gelar pasukan operasi ketupat. Rakor hari ini  juga sebagai tindak lanjut dari arahan Polda Jatim.  Diperkirakan akan terjadi peningkatan arus lalu lintas. Karena itu perlu dilakukan koordinasi dengan wilayah lain di  Malang Raya. Di Kota Malang sendiri, akan didirikan 6 pos pengamanan, 1 pos pelayanan, 1 pos pantau, dan 1 pos mobile,” jelas kapolresta.

Sejumlah undangan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) menyiapkan Operasi Ketupat Semeru 2023, di Aula Mako Polresta Malang Kota, Kamis (13/04/2023) siang.

Dia menambahkan, operasi ini dilakukan untuk kenyamanan masyarakat dalam berlebaran. Bahkan akan  disiapkan BBM motoris untuk  antisipasi yang kehabisan BBM di jalan.

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, menjelaskan, rakor ini untuk menciptakan Kota Malang tetap kondusif.  “Untuk menciptakan suasana kondusif bukan saja tugas pemerintah, namun juga semua elemen. Kami bersama Pak Kapolres,  Pak Dandim, selalu berkoordinasi untuk menciptakan Kota Malang yang kondusif. Ini tugas kita semua. Meskipun sudah kondusif, wajib hukumnya untuk tetap waspada,” katanya.

Sutiaji menambahkan,  ada prediksi sementara ini, kemungkinan hari raya 1 Syawal 1444 H, tidak bersamaan. Karena itu dia berharap semua pihak harus berbesar hati dan bisa menerimanya. “Saya kira kalau di Kota Malang, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), sudah berjalan dengan baik dan kondusif. Tapi kalau ada pihak yang tidak suka dan membesar- besarkan, bisa menyulut kemarahan,” lanjutnya.  (aji/mat)