Stres Dicerai Suami, Ibu Dua Anak Nyemplung Sumur

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Nasib tragis menimpa Sri Rejeki (35) warga Dusun Sumbergesing Kulon, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang tewas karena bunuh diri masuk ke sumur, Sabtu (18/8/2018).

 

 

Evakuasi Sri Rejeki, korban bunuh diri yang masuk ke dalam sumur di Gedangan.

KEPADA awak media, Kapolsek Gedangan, AKP. Nuryono menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan oleh Bandi yang merupakan paman korban di dalam sumur milik keluarga Suto Tobin, pukul 17.30.

“Pukul 14.00 keluarga korban mengetahui korban meninggalkan rumah, kemudian berusaha dicari, baru menjelang maghrib salah seorang kerabatnya mendapati jasad korban berada di dalam sumur,” terang Kapolsek Gedangan, Minggu (19/8/2018).

Begitu ditemukan, kejadian yang membuat geger warga Sumbergesing Kulon langsung dilaporkan ke Polsek Gedangan. Informasi yang didapat petugas, ibu dua orang anak ini sebelumnya dua kali berupaya mengakhiri hidupnya namun gagal karena diketahui oleh keluarga dan tetangganya. “Jadi korban ini sudah satu tahun dicerai oleh suaminya, diduga kemudian mengalami depresi, sehingga nekat melakukan bunuh diri dengan masuk sumur. Sebelumnya menurut keterangan pihak keluarga, korban sudah dua kali melakukan upaya bunuh diri, namun gagal,” ungkap Nuryono.

Proses evakuasi wanita yang sehari-hari berkerja sebagai pedagang ini berlangsung secara dramatis, karena dilakukan pada malam hari. “Evakuasi dilakukan oleh teman-teman dari PMI dengan dibantu masyarakat. Tim evakuasi terpaksa harus turun ke dalam sumur dan mengangkat jasad korban ke atas. Pukul 20.15 proses evakuasi baru selesai,” jelas Kapolsek Gedangan.

Setelah tubuh Sri Rejeki berhasil dievakuasi, petugas memastikan tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. “Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan proses identifikasi tidak ditemukan tanda kekerasan, sehingga murni kejadian ini adalah bunuh diri. Namun sesuai dengan prosedur kami akan melakukan proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, tetapi pihak keluarga keberatan dan menolak, mereka menganggap kejadian ini adalah musibah belaka,” tegas AKP. Nuryono.

“Begitu mendapat informasi ada kejadian orang meninggal dunia di dalam sumur, relawan kami dari SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat-red) Kecamatan Gedangan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi. Prosesnya cukup lama karena harus mengunakan teknik vertical resque, disamping itu cuaca cukup gelap,”ujar Kasubsi Penangulanggan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Setelah dievakuasi oleh relawan PMI Kabupaten Malang, jasad Sri Rejeki langsung disemayamkan ke rumah duka, untuk dilakukan proses selanjutnya. (diy)