Soal Pergeseran Suara PAN, Dito Arif Tunggu Penghitungan Suara Selesai

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Merasa menjadi orang yang tertuduh menerima pergeseran suara, calon legislatif PAN DPRD Kota Malang, Jawa Timur, nomor urut 2, Dito Arif, memberikan tanggapan. Menurutnya, saat ini proses rekapitulasi surat suara belum selesai. Sebaiknya menunggu proses berjalan sampai akhir.

 

 

Sekretaris DPD PAN, Dito Arief yang juga caleg nomor urut 2 saat memberikan keterangan di kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“SAYA KIRA belum waktunya. Proses rekap di PPK masih berjalan. Jadi saya kira apa yang dilakukan Ketua DPD PAN yang juga caleg, mungkin khilaf. Kalau sekiranya ada permasalahan, kan bisa melalui Bawaslu, Panwascam atau lainnya. Saya kira yang terpenting saat ini adalah mensyukuri terlebih dahulu, karena sudah mendapatkan kursi,” tutur Dito Arif,  Caleg PAN nomor 2 yang juga Sekretaris DPD PAN, di kantor Kecamatan Lowokwaru, Kamis (25/04/2019).

Menurutnya, persaingan perolehan suara memang cukup ketat. Sehingga apa yang dilakukan Ketua DPD PAN, lebih karena soal psikologis politik. Karena yang bertarung adalah Ketua DPD dan Sekretaris DPD PAN.

Selain itu, jika hal itu (pergeseran suara) dianggap sebuah indikasi kecurangan, bisa menjadi rawan. Mengingat, penyelenggara Pemilu sudah sangat bekerja keras dengan beban kerja yang tinggi. Tidak menutup kemungkinan, ada persoalan teknis, karena kelelahan petugas penyelenggara.

“Untuk itu, akan kami bahas secara internal terlebih dahulu. Bagi saya, akan menunggu sampai proses ini selesai. Kalau ada permasalahan, ada wadah mekanismenya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Malang, Pujianto mendatangi Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (25/04/2019).

Kedatangannya untuk meluruskan perolehan suara di daerah pilihan Lowokwaru, karena  suara bergeser dari suara partai ke caleg nomor urut 2 yang terjadi di 2 TPS.

Dari temuan itu, menurutnya, bukan tidak mungkin terjadi hal sama di TPS yang lain. Mengingat, di Kelurahan Lowokwaru ada sekitar 15 TPS. Sebagai ketua partai, ia hanya menyampaikan,  jika ada yang salah, harus diluruskan. (ide)