Rumah Pedagang Es Kelapa Terbakar

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Rumah milik Julianto (40), pedagang es kelapa di Kampung Ledok, Dusun Nglegok Kidul, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ludes terbakar, Senin (14/05/2018).

 

Kebakaran yang menghabiskan separuh rumah Julianto di Sukoraharjo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Warga membantu memadamkan api yang membakar rumah Julianto di Sukoraharjo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KEBAKARAN yang terjadi di siang bolong tersebut, menurut Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kabupaten Malang, Nurul Kusnaeni,  diduga  karena arus pendek listrik.

“Dugaan sementara karena konsleting listrik di gudang rumah, karena rumah dalam keadaan kosong dan banyak material yang mudah terbakar. Hal ini menjadikan munculnya api tidak terpantau dan cepat membesar,” terang Nurul.

Pria yang akrab disapa LuLun ini menambahkan, untuk menjinakan amuk si jago merah, petugas PPBK harus mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. “Kebakaran terjadi pukul 12.00 WIB dan api dapat dipadamkan empat puluh menit kemudian dengan mengerahkan tiga mobil damkar,” paparnya.

Kebakaran yang menghabiskan separuh rumah Julianto di Sukoraharjo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Beruntung dalam kebakaran yang menghanguskan dapur dan ruang tengah rumah korban tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cedera. “Nihil korban, baik luka maupun jiwa. Hanya kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” tegasnya.

Sementara itu, Nenti (40), tetangga Julianto menerangkan, sebelum korban pergi meninggalkan rumah untuk membesuk saudaranya yang sedang sakit di Kota Malang, sempat membenahi instalasi listrik di rumahnya. “Saya lihat pagi tadi Pak Julianto membenarkan listrik,” kata Nenti.

Nenti yang rumahnya tepat didepan rumah Julianto kemudian menceritakan asal mula kebakaran yang menimpa rumah pedagang es kelapa muda itu. “Selepas dzuhur saya melihat asap tebal dari dalam rumah Pak Julianto. Saya ketuk tidak ada orang, kemudian saya minta tolong tetangga lain. Setelah pintu didobrak ternyata di dalam api sudah membesar,” ujar Nenti.

Tanpa dikomando sembari menunggu mobil damkar tiba, warga secara bergotong royong berusaha memadamkam api.  (diy)