Masjid Bukan Tempat Kampanye

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tempat ibadah, salah satu tempat yang steril dan terlarang untuk kampanye. Peran takmir masjid, sangat penting dalam menjaga upaya politisasi. Jika itu terjadi, Kepolisian tidak segan-segan mengambil tindakan tegas.

 

Kapolresta Malang, AKBP Asfuri bersama ratusan takmir masjid, anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang di Masjid Sabilillah, Jl. A.Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

 

Kapolresta Malang, AKBP Asfuri.

HAL ITU disampaikan Kapolresta Malang, AKBP Asfuri di hadapan ratusan takmir masjid, anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang di Masjid Sabilillah, Jl. A.Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (11/06/2018).

“Para takmir majid bersama-sama membentengi agar masjidnya tidak digunakan untuk tempat politik dan tempat kampanye,” tutur Kapolresra Malang.

Takmir masjid Kota Malang yang menghadiri silaturahmi dengan Kapolres Malang Kota.

Menurutnya, politisasi tempat ibadah merupakan pelanggaran dalam aturan kampanye. Ia menyerukan agar takmir masjid melakukan penolakan terhadap semua ceramah yang berbau politis. Tidak hanya itu. Mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat ini meminta, agar takmir waspada terhadap aliran radikal.

Di saat yang sama, disepakati juga sebuah kesepakatan bersama, bahwa takmir siap menjaga fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, dakwah serta gerakan sosial. Takmir menyerukan pemakmuran masjid dan pusat ajaran islam rahmatan lil alamin.

Takmir siap menjaga suasana harmonis umat dan melindungi perbedaan di masyarakat dengan ukhuwah dan damai. Takmir menolak semua ceramah provokatif, dan kegiatan politik praktis dalam masjid.

“Takmir menolak penyebaran dan ajaran radikal yang merusak sendi perdamaian masyarakat dan bertentangan dengan ideologi pancasila. NKRI dan Pancasila adalah harga final,” lanjut Kapolresta.

Menurutnya, peran takmir sengat penting, ada di garis depan untuk menolak semua kegiatan yang mengarah kepada kegiatan radikal dan provokatif. (ide)