TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Muhammad Erwin Amrullah menciptakan aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk penyandang tunanetra. Apliasi ini diberi nama UBblindmap.

Mahasiswa UB Buat Aplikasi Peta Bagi Penyandang Tunanetra

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, berhasil membuat aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk penyandang tunanetra. Aplikasi itu diberi nama UBblindmap.

 

Muhammad Erwin Amrullah menciptakan aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk penyandang tunanetra. Apliasi ini diberi nama UBblindmap.

 

MUHAMMAD Erwin Amrullah, mahasiswa Magister Ilmu Komputer yang menciptakan alat tersebut mengatakan, sesuai namanya, UBblind map merupakan aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB) yang nantinya akan release di Google Play Store dan bisa di-download  semua orang.

Muhammad Erwin Amrullah

“Aplikasi peta ini menggunakan suara dan getaran, menyesuaikan cara komunikasi penyandang tunanetra yang membutuhkan indera peraba dan pendengaran. Selain itu, fitur suara dan getaran ini berfungsi sebagai informasi saat diusap pada aplikasi, kemudian penyandang tunanetra akan mengetahui informasi pada aplikasi peta yang digunakan,” kata  Muhammad Erwin Amrullah,  Sabtu (11/09/2021) melalui rilis dari Humas UB Malang.

Muhammad Erwin Amrullah, yang dibimbing Dr. Sc. Fatwa Ramdani, S.Si, M.Sc dan Dr. Eng. Herman Tolle, S.T., M.T, ini menjelaskan, aplikasi peta tunanetra diinstal di sebuah tablet berukuran 10 inch untuk kemudian menjadi alat fasilitas pengenalan wilayah di kawasan Universitas Brawijaya. Hadirnya aplikasi ini memudahkan para mahasiswa maupun pengunjung tunanetra yang berada di wilayah kampus.

“Aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini dibuat melalui aplikasi Unity dan Blender yang biasa digunakan untuk 3D modelling membuat sebuah game. Map dibuat berupa 3D juga untuk tunanetra yang low blind. Tunanetra ini kan ada kategori dari low vision sampai totally blind. Jadi mereka semua bisa menggunakannya dan sudah diatur warna kecerahan bagi tunanetra kategori low blind,” imbuhnya.

Saat ini UBblindmap sudah dalam proses pengajuan ke HAKI dan juga pengguna iOS nantinya bisa men-download aplikasi ini.

Erwin berharap, dengan adanya aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini dapat membantu penyandang disabilitas tunanetra dan  sebagai fasilitas wajib di institusi kampus. Sehingga kampus-kampus di Indonesia juga semakin ramah pada penyandang tunanetra. “Semoga semakin banyak penemuan anak bangsa dalam membantu mengatasi masalah sehari-hari,” harapnya.  (div/mat)