TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Djati Kusumo (baju hitam), budayawan asal Malang yang ikut diskusi seputar film pendek.

JKJT Bentuk Karakter Anak Lewat Film Koncoku Dulurku

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dunia perfilman diramaikan beragam film pendek. Salah satunya, film pendek yang digarap Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT),  “Koncoku Dulurku” yang menjadi titel judul film.

 

Suasana diskusi seputar film pendek.

 

KETUA Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana menerangkan, produksi film digarap langsung anak jalanan binaannya. Dimulai dari produser, sutradara, hingga crew (awak) film. Langkah itu untuk menyemangati para anak jalanan.

“Kali ini sudah sampai episode 4. Secara khusus mengambil scene sosial dan tempat di Kota Malang,” terang Tejda,  saat diskusi film pendek, belum lama ini.

Djati Kusumo (baju hitam), budayawan asal Malang yang ikut diskusi seputar film pendek.

Dalam diskusi ini  menghadirkan pegiat film nasional. Ade Sabana (senior kaifang), Achmad Syaiful (DOP), Harry Soeharyadi (sutradara), Budhi Wibawa (dosen perfilman IKJ), Kelvin Nugroho (editor) hingga Yussy Poerwati (pemeran film Cut Nyak Dhien).

Film itu, lanjut Tedja, akan ditayangkan di kanal youtube. Ditargetkan akan rampung hingga total 15 episode, Februari 2021 nanti.

Meskipun saat ini dalam kondisi pandemi virus COVID-19, harus tetap semangat dan memberi dampak ke semua lini kehidupan. “Agar mereka tetap semangat dan produktif dalam berkarya, khususnya dalam dunia seni peran dan film. Terlebih dalam kondisi pendemi COVID 19 ini. Juga untuk membentuk karakter anak,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat,  JKJT akan menggarap proyek film besar. Targetnya mengikuti ajang Festival Film indonesia. Film itu nanti akan mengangkat sekelumit kisah misteri Gunung Arjuno, gunung tertinggi dan terangker di Malang, melibatkan tokoh dan budayawan Kota Malang. “Seperti salah satunya Ki Jati Kusumo, selaku sesepuh budayawan Kota Malang. Bahkan tidak menutup kemungkinan menggandeng aktor dan aktris nasional,” pungkasnya.

Ia berharap, bisa menjadi spirit dan menular pada masyarakat untuk bangkit dari produktif di masa pandemi. Karena itu, tetap melakukan protokol kesehatan. “Bahwa dalam situasi kondisi apa pun, kita harus tetap produktif dan semangat berkarya. Dan harus tetap diingat, anjuran pemerintah di masa pandemi, ” pungkasnya. (aji/mat)