Jembatan Kaca Bakal Melintas di Atas Kampung Warna-warni

Wali Kota Malang, HM. Anton.

Kota Malang. Selalu ada yang manarik dan baru di kota yang sudah berumur 103 tahun ini. Selalu saja ada ide dan inovasi yang membuat orang tertarik dan ingin melihatnya. Pemerintah Kota Malang menyebutnya dengan istilah Kampung Tematik. Salah satunya adalah Kampung Warna Warni yang berada di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Sudah setahun lebih kampung yang berada di daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas ini berubah sebutan menjadi Kampung Warna Warni. Bekerjasama dengan salah satu pabrik cat di Kota Malang, pemerintah setempat menyulap kampung yang awalnya tampak kumuh, kotor dan tak sedap dipandang mata, menjadi sebuah kampung yang bersih, indah dan menarik.

Di atas Kampung Warna Warni ini, Pemerintah Kota Malang akan bangun jembatan kaca.

Oleh pemerintah setempat, atas rumah penduduk (genteng) yang awalnya kotor, dicat dengan anek warna. Ada warna kuning, hijau, merah, abu-abu, hitam, biru dan sebagainya. Ada ratusan rumah yang atapnya dicat.
Tidak hanya itu. Tembok-tembok rumah penduduk, pagar, jalan dan seputaran DAS Brantas, juga dicat dengan anek warna. Selain itu, kebersihan lingkungan pun dijaga dan ditata. Alhasil, kampung yang awalnya kotor, kini justru menjadi jujugan orang untuk rekreasi. Setiap hari, pagi, siang hingga sore, selalu saja ada orang yang datang ke Kampung Warna Warni ini.

Untuk menguatkan pengembangan kampung tematik di Kota Malang, Pemerintah Kota Malang akan membangun jembatan kaca di atas kampung ini. Wali Kota Malang HM Anton sudah meletakan batu pertama pembangunan jembatan kaca di Kampung Warna-warni Jodipan, Kota Malang, Selasa (9/5/2017).

Pembangunan jembatan ini merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Inti Dayaguna Aneka Warna yang sebelumnya menggelontorkan dana untuk pengecatan kampung tersebut. Sedangkan desain jembatan digarap oleh tim dari UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).

Rencananya, jembatan ini akan menghubungkan antara Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi, sehingga memudahkan wisatawan yang berkunjung ke dua lokasi wisata yang berjarak sungai tersebut.

Wali Kota Malang HM Anton mengapresiasi pembangunan jembatan yang tentunya akan menambah daya tarik kunjungan wisatawan. “Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi ini sudah sangat terkenal,” katanya.
Pengembangan tersebut diharapkan akan mampu memotivasi daerah lain untuk membentuk kampung tematik di kota ini sehingga akan berdampak pada percepatan pembangunan.

Sejauh ini jumlah kampung tematik di Kota Malang mencapai 66 kampung. Puluhan perkampungan tersebut merupakan hasil kreativitas masyarakat dalam menjaga dan menggali potensi daerahnya.
Itu sebagai bentuk adanya hubungan yang sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam melakukan pembangunan. “Kami melihat pembangunan kampung tematik sangat baik, karena itu perlu dikembangkan dengan inovasi terbaru sehingga menambah daya tarik bagi wisata,” paparnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Inti Dayaguna Steven A Sugiharto menyampaikan jembatan kaca akan selesai dibangun pada tiga bulan mendatang dan akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Malang.
“Jembatan kaca ini semoga bisa menambah daya tarik bagi kalangan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi,” jelasnya.*