Jembatan Druju Ambrol, 6.858 Jiwa Terisolir

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Hujan deras yang mengguyur kawasan Malang barat, kembali mengakibatkan bencan alam, Rabu (06/01/2021) petang, sekitar pukul 17.10 WIB. Sebuah jembatan di  Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ambrol terkikis arus air. Akibatnya, sebanyak 6.858 jiwa penduduk di desa tersebut terisolir.

 

Jembatan di   Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ambrol terkikis arus air, Rabu (06/01/2021) petang.  Akibatnya, sebanyak 6.858 jiwa penduduk di desa tersebut terisolir.

 

CAMAT Kasembon, Kasiyanto, menjelaskan,  sejak pukul 15.45 WIB, hujan lebat mengguyur kawasan Kecamatan Kasembon. Sekitar pukul 16.30 WIB,  volume air Sungai  Druju yang melintas di Dusun Druju RT.02 RW.08,  Desa Pondokagung,  Kecamatan Kasembon,  mulai mengalami peningkatan.

Warga berjkaga-jaga di sekitar jembatan yang ambrol di Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sekitar pukul 17.10  WIB, elavasi air  semakin meningkat,  dan mulai menggerus pondasi jembatan Druju yang menjadi  akses menuju Desa Pondokagung.  Sekitar pukul 17.46 WIB, jembatan mulai miring,  dan sebagian sudah ambrol.

“Pukul 17.49 WIB, jembatan sepanjang kurang lebih 15 meter tersebut amblas semuanya. Akibatnya, akses menuju Desa Pondokagung tertutup total,” jelas Camat Kasembon, Kasiyanto seraya menambahkan hingga pukul 18.50 WIB, hujan deras disertai petir masih mengguyur Dusun  Druju.

Meski jembatan ambrol, dan akses warga keluar masuk desa terputus, namun tidak ada korban jiwa  dan luka berat dalam musibah tersebut.  “Yang rusak hanya jembatan sepanjang lebih kurang  15 meter. Jembatan ini dibangun tahun 2015,” kata Kasiyanto.

Camat Kasembon, Kasiyanto.

Untuk menghindari terjadinya musibah susulan akibat robohnya jembatan tersebut, sejumlah warga Dusun Druju, Desa Pondokagung, bersama  jajaran Kecamatan Kasembon, Polsek, Koramil, dan relawan (FPRB Desa Pondokagung, Jangkar Kelud, GEMPALL)) membuat rambu tanda bahaya dan rambu menutup jalan.

“Terbatasnya  sarana untuk melakukan upaya pemulihan darurat,  tidak tersedia. Ini yang menjadi kendala bagi kami. Namun sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sudah meluncur ke lokasi bencana,” terang Kasiyanto yang dihubungi Rabu (06/01/2021) malam.

Mantan Sekcam Bululawang ini menambahkan, pada saat ini, kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat adalah jembatan darurat untuk membuka akses jalan menuju Desa Pondokagung. “Kami sudah berkoordinasi dengan  pemerintah desa  setempat agar malam ini segera melaksanakan rapat dengan semua elemen masyarakat guna mengambil keputusan untuk membuat jembatan darurat,” tandasnya. (iko//mat)