Jelang Idul Fitri, Stok Sembako Aman, Harga Stabil

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Memasuki pertengahan Ramadhan 1439 H/2018, harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih terkendali. Bahkan, menurut catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),  harga beberapa barang yang dibutuhkan masyarakat justru turun.

 

Harga bawang merah turun.
Harga bawang merah kini cenderung turun, tinggal Rp 24 ribu/kg.

HAL INI disampaikan Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaningsih SR saat pembukaan Pasar Lebaran di Desa Girimoyo, Kecamatan Gedangan, Sabtu (02/06/2018) pagi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Panjtaningsih SR.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Panjtaningsih SR.

“Dari laporan Disperindag disebutkan, tidak ada gejolak kenaikan harga sembako yang signifikan di Kabupaten Malang. Sempat ada peningkatan harga telur ayam. Namun harga sembako lainnya malah turun. Artinya, harga cukup terkendali hingga memasuki hari ke 17 bulan Ramadhan,” kata Bupati Malang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaningsih SR menjelaskan, memang ada fluktuasi harga menjelang Hari raya Idul Fitri 1439 H. “Ada peningkatan, tapi tidak signifikan,” katanya.

Wakil Bupati Malang meninjau stand pasar lebaran.
Wakil Bupati Malang Drs. HM. Sanusi, MM meninjau stand pasar lebaran.

Dia menjelaskan, bila pada  awal puasa harga telor naik sampai Rp 26 ribu/kg, sekarang malah turun, hanya Rp 20 ribu/kg. Demikian pula harga bawang merah, yang awalnya Rp 36 ribu/kg, sekarang turun jadi Rp 30 ribu/kg. “Bahkan di pasar lebaran ini harga bawang merah hanya Rp 20 ribu/kg untuk bawang merah dari Ngantang. Sedangkan bawang merah dari Probolinggo bisa dijual Rp 24 ribu,” jelas Pantjaningsih.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Dra. Hj. Ny. Jajuk Rendra Kresna menunjukkan batik.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Dra. Hj. Ny. Jajuk Rendra Kresna menunjukkan batik hasil garapan masyarakat Kabupaten Malang.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang ini juga sudah mengecek di beberapa pasar tradisional saat melakukan operasi pasar bersama Tim Satgas Pangan. Hasilnya? “Tidak ditemukan harga di atas HET. Cuma ditemukan beberapa barang kadaluwarsa. Tapi itu pun hanya di toko-toko kecil yang jumlahnya tidak banyak. Barang tersebut sudah disita Polres Malang dan pedagangnya dilakukan pembinaan,” jawabnya.

Selain harga yang dijamin  stabil, stok sembako di Kabupaten Malang juga aman terkendali hingga tiga bulan ke depan. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaningsih SR, berdasarkan hasil rapat gabungan, ketersediaan stok sembako dan barang penting lainnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, untuk tiga bulan ke depan, aman.

Dengan demikian, dia menghimbau agar masyarakat tidak perlu resah apalagi sampai memborong sembako untuk persiapan Ramadhan dan Idul Fitri. “Stok sembako aman hingga tiga bulan ke depan. Harganya pun stabil,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaningsih SR. (mat)