IDB Suntik Rp 1,7 Triliun

Oleh: Moh. Mufid – Malang

Jalur Lintas Selatan yang melintas di wilayah Kabupaten Malang.

PEMBANGUNAN JLS (jalur lintas selatan) dipastikan akan rampung pada 2019. IDB (Islamic Development Bank) siap menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun. Namun dengan catatan masih membutuhkan anggaran dari APBN sebesar Rp 2 triliun untuk menuntaskan pembangun JLS.

Dikutip dari dprd.jatimprov.go.id, anggota Komisi D DPRD Jatim, Achmad Heri menegaskan, pembangunan JLS selama 2 tahun terakhir ini (2016 – 2017) memang tidak jelas dari pemerintah pusat, karena dalam APBN maupun APBD Jatim 2016 dan 2017, tidak dianggarkan satu rupiah pun. Imbasnya, tidak ada kelanjutan pembangunan jalan yang tujuannya untuk membuka akses wilayah selatan.
“Bantuan anggaran dari IDB bisa digunakan untuk pembangunan JLS pada 2017. Anggaran dari IDB merupakan angin surga untuk pembangunan JLS,” kata politisi Fraksi Nasdem ini, belum lama ini.
Ketua Komisi D DPRD Jatim, Edi Paripurna, menambahkan, pada 2017, mega proyek yang menghubungkan Banyuwangi ke Pacitan ini dapat dimulai kembali. Dengan begitu disparitas wilayah dari utara ke selatan dapat ditekan sekecil mungkin. “Apalagi dengan kondisi ekonomi seperti saat ini, tentunya proyek JLS sangat dibutuhkan,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala BBPJN-VIII Ditjen Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, I Ketut Darmawahana, menuturkan, IDB sudah menyetujui pendanaan untuk pembangunan JLS dengan sistem utang yang akan ditanggung APBN.
“Skema pendanaan untuk pembangunan JLS, new loan IDB tahun 2017 Rp 289 miliar untuk pem-bangunan 25,88 km (kilometer), tahun 2018 sebesar Rp 705 miliar untuk 68,41 km, tahun 2019 sebesar Rp 429 miliar untuk 35,76 km. Lalu ada IDB lanjutan tahun 2017 sebesar Rp 118 miliar untuk 11,20 km, tahun 2018 sebesar Rp 141 miliar untuk 13,56 km, dan tahun 2019 hanya Rp 65 miliar untuk 5 km. Total anggaran dari IDB sebesar Rp 1,7 triliun,” jabarnya.
Dari anggaran tersebut masih membutuhkan anggaran dari APBN sebesar Rp 2 triliun yang akan dianggarkan pada APBN 2018 sebesar Rp 639 miliar untuk pembangunan 42,61 km dan tahun 2019 sebe-sar Rp 1,4 triliun untuk pembangunan 93,49 km.*