Bupati Malang Sambut Pengungsi Wamena

Dua pengungsi kerusuhan Wamena, Papua yang masih anak-anak menikmati makanan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Malang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Setelah melakukan perjalanan laut selama kurang lebih satu minggu, sebanyak 9 jiwa pengungsi kerusuhan Wamena, Papua, asal Kabupaten Malang,  tiba di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019) siang. Mereka dijemput Dinas Sosial dan diangkut dengan bus dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

 

MENURUT Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nur Hasyim, sembilan pengungsi yang datang Kamis  siang berasal dari Kecamatan Kromengan, Wonosari (Desa Kebobang, Plaosan, Kluwut, Sumbertempur), Kecamatan Wajak, Pakisaji, Kecamatan Poncokusumo (Desa Karangnongko dan Argosuko), dan Kecamatan Pujon.

Bupati Malang, HM Sanusi menyambut kedatangan pengungsi kerusuhan Wamena, Papua bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nur Hasyim di pendopo.

“Mereka yang datang hari ini merupakan pengungsi gelombang kedua. Pada gelombang pertama, ada 21 orang. Mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah didata, kemudian kami bawa ke Malang untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing,” jelas Nur Hasyim saat menyambut para pengungsi bersama Bupati Malang, HM Sanusi di Pendopo Kabupaten Malang.

Bupati Malang, Sanusi, didampingi Kepala Dinas Sosial, Nur Hasyim, dan Ketua Baznas Kabupaten Malang, KH. Khoirul Hafidz Fanani,  menyambut kedatangan para pengungsi Wamena asal Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Kamis (17/10/2019) sore. Bupati  memberikan paket bantuan kepada para pengungsi.

”Selamat datang kembali di Kabupaten Malang. Alhamdulillah,  bapak ibu sekalian beserta anak-anak selamat dan sehat dan akan segera bertemu dengan keluarga besar di rumah,” kata Sanusi menyapa para pengungsi sembari menyerahkan paket bantuan.

Menurut mantan Wakil Ketua DPRD ini,  Pemerintah Kabupaten Malang akan  memfasilitasi para pengungsi Wamena asal Kabupaten Malang. Belasan orang pengungsi kali ini merupakan gelombang kedua.  Mereka tergabung dalam 519 orang asal Provinsi Jawa Timur yang tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka semuanya berangkat dari Jayapura naik kapal Pelni, 11 Oktober 2019.  (iko/mat)