13 April 2024

`

Warga Tembalangan Gotong Royong Bangun Jalan Tembus

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Warga Tembalangan RT 04/RW 02, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, gotong royong memperbaiki jalan umum, penghubung antara Tembalangan ke Mbetek, Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17, Kota Malang, Minggu (19/06/2022) pagi.

 

Untuk membangun jalan yang volumenya 120 meter persegi di Tembalangan RT 04/RW 02, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, ini menghabiskan 107 sak semen, 13 pick up pasir, dan 11 pick up koral.

 

Warga Tembalangan RT 04/RW 02, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, gotong royong memperbaiki jalan umum, penghubung antara Tembalangan ke Mbetek, Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17, Kota Malang, Minggu (19/06/2022) pagi.

KERJA bakti yang  berlangsung mulai pukul 08.00-12.00 WIB ini dikerjakan dengan antusias oleh  warga. Para laki-laki kompak mengerjakan pekerjaan fisik, tidak ada perbedaan antara warga berpangkat dan masyarakat biasa. Sedangkan kaum perempuan pun tak mau kalah. Mereka  bersama- sama memasak untuk keperluan makan para warga yang kerja bakti.

Wawan, Sekretaris RT 04/RW 02, menjelaskan, kerja bakti  ini lanjutan dari yang dilakukan dua minggu yang lalu. “Kerja bakti itu sebagai wujud dukungan warga terhadap program jalan tembusan, penghubung ke Jalan  Mayjen Panjaitan Gg. 17 Fungsinya sangat vital, sebagai  jalan alternatif,  tembusan pengendara roda dua di kala jalan di sekitar Jl.  Soekarno Hatta  padat,” terangnya di sela-sela kerja bakti.

Warga Tembalangan RT 04/RW 02, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, gotong royong memperbaiki jalan umum, penghubung antara Tembalangan ke Mbetek, Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17, Kota Malang, Minggu (19/06/2022) pagi.

Sumawan,  mewakili Ketua RT 04 Tatong, mengucapkan terima kasih atas kepedulian serta antusias masyarakat bergotong royong.  “Kita berharap kelompokan tersebut tetap berlanjut sampai kapan pun. Karena di desa ini tradisi  seperti ini sudah ada mulai  dulu. Kerukunan dan gotong royong dijunjung tinggi setiap warganya,” terangnya.

Sedangkan Bang Joe, Sekretaris RW 02 juga  sangat mengapresiasi gotong royong ini.  “Kami melihat hal ini sangat positif. Kerja sama dan gotong-royong antar warga menjadi budaya yang menyatukan dan memperkuat silaturahmi. Ketika PPKM covid  sudah mulai direnggangkan, kemudian ada wacana dari warga untuk kerja bakti, warga pun sangat antusias mengerjakannya,” urainya.

Tentang dana pembangunan jalan, tidak menunggu dari pemerintah. Dananya  didapat dari kas RT dan swadaya masyarakat. “Kita memang  sudah mengajukan dana pembangunan jalan ini melalui  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) dan  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Tapi dananya belum turun,” katanya.

Padahal  jalan ini makin lama makin rusak. Akhirnya warga sepakat swadaya untuk  membangun jalan yang volumenya 120 meter persegi, menghabiskan 107 sak semen, 13 pick up pasir,  dan 11 pick up koral. “Bilamana dana dari pemerintah  turun,  pasti kita gunakan untuk proyek selanjutnya yang ada di sini,” jelas Bang Joe.  (div/mat)