22 April 2024

`

Wamentan Dorong Santri Jadi Enterpreneur Pertanian

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, mendorong santri yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren  tidak sekedar berlajar kitab kuning, tapi juga mendalami ilmu pertanian agar setelah lulus menjadi enterpreneur dan dapat berpartisipasi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, bersama para penerima bantuan usai mengisi kuliah tamu di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, dengan tema “Pemberdayaan Santri dalam Meningkatkan Pendapatan Pertanian Pesantren” , Rabu (11/01/2023) siang.

 

HAL INI ia sampaikan saat  mengisi kuliah tamu di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur,  dengan tema “Pemberdayaan Santri dalam Meningkatkan Pendapatan Pertanian Pesantren” , Rabu (11/01/2023) siang.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian sangat penting, terutama bagi para santri. Sebab, pondok pesantren memiliki potensi cukup besar untuk mengembangkan sektor pertanian.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, mengisi kuliah tamu di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, dengan tema “Pemberdayaan Santri dalam Meningkatkan Pendapatan Pertanian Pesantren” , Rabu (11/01/2023) siang.

“Pondok pesantren punya potensi yang sangat baik untuk mengembangkan sektor pertanian. Tinggal bagaimana kita dapat memberdayakan pesantren agar para santri setelah lulus dari pondok  bisa mengaplikasikan kemampuan mereka di masyarakat. Program-program pertanian ini banyak sekali yang dapat diakses oleh mereka,” katanya.

Mantan Bendahara PBNU ini menambahkan,  di pondok pesantren para santri tidak hanya belajar kitab kuning, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Hal ini kita terjemahkan di kuliah umum ini agar anak-anak muda di Malang bisa lebih produktif di bidang pertanian,” terangnya.

Wamentan  mengatakan,  kuliah umum ini untuk memberikan stimulus kepada para mahasiswa maupun santri agar dapat menjadi entrepreneur muda berbasis pertanian.

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, mendorong  alumni Fakultas Pertanian menjadi entrepreneur dalam mengembangkan pertanian, mengubah mindset masyarakat agraris bahwa pertanian menjadi tujuan utama dalam mengembangkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.  “Jadi para alumni Fakultas Pertanian tidak lagi tertuju ke kota, tapi fokus mengembangkan bisnis di desa-desa. Pertanian sebagai magnet untuk mengembangkan sumberdaya di Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menuturkan,  kuliah umum ini diharapkan dapat menjawab persoalan-persoalan pertanian dan petani. Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan bagian dari persoalan mayoritas masyarakat di Kota Malang. “Maka dari itu, kegiatan ini penting dan diharapkan menjadi solusi dari persoalan mayoritas petani kita,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, Wamentan Harvick menyerahkan bantuan benih hingga alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian kepada pimpinan pondok pesantren.

Usai kuliah umum, Harvick mengunjungi Eco Pesantren di Pondok Pesantren Bahrul Maghrifoh, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, untuk melihat hasil olahan produk pertanian yang dikelola para santri. (div/mat)