25 April 2024

`

Wali Kota : SMPN 1 Siap Gelar Sekolah Tatap Muka

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Meski persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah (SD/SMP) di Kota Malang, Jawa Timur, sudah matang, namun Wali Kota Malang, H. Sutiaji, belum bisa memastikan kapan PTM bisa digelar.

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, meninjau sekolah tatap muka beberapa waktu lalu.

 

HAL INI ia sampaikan saat mengecek SMP Negeri 1 Kota Malang serta beberapa fasilitas umum lainnya bersama Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, serta jajaran terkait lainnya, Senin (30/08/2021).

Di  SMP Negeri 1, wali kota melihat persiapan sekolah untuk tatap muka benar-benar sudah siap. “Untuk SMP Negeri 1, saya kira sudah siap.  Cuma kapan sekolah tatap muka  akan dibuka, saya belum bisa pastikan waktunya. Semoga saja bisa segera  dilakukan,” harapnya.

Suwarjana.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Jawa Timur, mentargetkan vaksinasi COVID-19 bagi pelajar SD/SMP rampung pada Oktober 2021. Sehingga, jika sewaktu-waktu pembelajaran tatap muka (PTM) diperbolehkan, para guru dan murid sudah siap.

Kepala Disdikbud Kota Malang,  Suwarjana, menjelaskan,  pemberian vaksin untuk pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, saat ini masih tahap koordinasi internal terkait dengan jumlah siswa. “Kami berharap,  Oktober seluruh peserta didik usia minimal 12 tahun telah mendapatkan vaksin,” katanya, Sabtu (28/08/2021) siang.

Suwarjana menambahkan,  jumlah pelajar yang berusia 12 tahun  yang akan divaksin, datanya harus  valid, karena  sebagai  acuan pengajuan vaksin.  Untuk itu, pihaknya telah koordinasi dengan kepala SD/SMP  guna mendapatkan data jumlah peserta didik usia 12 tahun ke atas.

Saat ini, Kota Malang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kota Malang pada pekan ini sudah berada pada zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan COVID-19.

Pada April 2021, di Kota Malang telah dilakukan PTM  secara terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Namun, karena  lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia,  membuat PTM  dihentikan.

Secara keseluruhan, di Kota Malang terdapat 14.568 kasus konfirmasi COVID-19. Dari jumlah itu, sebanyak 12.893 orang dilaporkan sembuh, 1.048 orang meninggal dunia, sisanya dalam perawatan.  (div/mat)