TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengirim bantuan logistik dan relawan guna membantu penanganan korban terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Unair Kirim Relawan dan Logistik Bagi Korban Bencana NTT

SURABAYA,TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bantuan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengirim bantuan logistik dan relawan guna membantu penanganan korban terdampak bencana banjir bandang di NTT.

 

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengirim bantuan logistik dan relawan guna membantu penanganan korban terdampak bencana banjir bandang di NTT.

 

SEBANYAK 11 orang relawan diberangkatkan untuk bergabung bersama Tim Kapal Ksatria Airlangga Surabaya yang sebelumnya sudah telebih dahulu berangkat dalam misi kemanusiaan, membantu korban terdampak bencana alam banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tidak hanya relawan medis, dalam tim tersebut juga terdapat relawan dari berbagai fakultas di Unair, seperti Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Sains Teknologi (Saintek), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), hingga Fakultas Ekonomi (FE) untuk membantu proses rehabilitasi korban serta lingkungan pasca bencana alam.

“Tidak hanya dari Fakultas Kedokteran, tapi juga ada Fakultas Saintek, Ekonomi, dan fakultas-fakultas lainnya. Jadi kita berangkat tidak hanya untuk pemulihan kesehatan, tapi juga untuk pemulihan-pemulihan lainnya, seperti pemulihan ekonomi warga,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Profesor. Dr. Budi Santoso.

Selain itu, Unair juga mengirimkan bantuan makanan dan sandang bagi korban bencana. “Kita ingin menangani bencana secara holistik. Bukan hanya tim dokter,  tapi juga ada penanganan dapur umum, air bersih, dukungan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak,” terang Ketua Tim Kapal Ksatria Airlangga Surabaya, dr. Agus Harianto.

Para relawan ini akan terus berada di tempat terdampak bencana untuk menjalankan misi kemanusiaan hingga kondisi korban serta lingkungan di NTT kembali normal. Hal serupa juga pernah dilakukan di Mamuju dan Majene,  Sulawesi beberapa waktu  lalu.  (ang/mat)