25 Mei 2024

`

Sinergi Dengan Tiongkok, Pemkab Malang Jalin Kerjasama Pertanian dan Peternakan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Potensi bagus pada sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Malang perlu mendapatkan upaya percepatan mencapai kemajuan. Sehubungan dengan hal itu, maka Pemkab Malang berupaya melakukan sinergi dengan akademi Tiongkok. Hal itu setidaknya tercermin dari agenda utama kunker Plt Bupati Malang ke Tiongkok yang dimulai sejak 22 Juli sampai 27 Juli 2019.

 

 

PLT BUPATI MALANG, H. Sanusi ke Tiongkok untuk membahas kerja sama bidang pertanian dan peternakan dengan Maize Research Institute Shandong Academy of Agricultural Scienses (MRI SAAS). Sanusi berangkat bersama kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budiar Anwar.

Dalam hal ini Sanusi menjelaskan, Pemkab Malang mendapat undangan dari MRI SAAS di Provinsi Shandong, Tiongkok. Peningkatan kerja sama bidang pertanian dan peternakan ini adalah muara dari kerja sama yang dilakukan Pemkab Malang ini.

Dikatakannya, pihaknya melakukan riset untuk pengembangbiakan padi dan jagung jenis hibrida. Diharapkan, jagung hibrida itu bisa menghasilkan 12 ton jagung dalam satu hektar.

“Berbeda dengan jagung lokal yang hanya hasilkan 6 ton per hektar,” ungkap Sanusi.

Pemkab Malang akan mengadopsi sistem pembudidayaan sapi yang telah dikembangkan di Kota Jinan, Ibukota Provinsi Shandong. Di Kota Jinan, satu ekor sapi bisa menghasilkan sampai 42 liter susu murni per hari.

Sanusi akan mengundang perusahaan ternak sapi di Jinan Tiongkok berkunjung ke Kabupaten Malang untuk mentransfer ilmu peternakan kepada para peternak.

“Kami akan melakukan budidaya dengan menggandeng perusahaan dari Jinan agar sapi-sapi di Kabupaten Malang bisa mencapai kualitas yang baik dengan produktivitas yang juga tinggi,” jelas Sanusi.

Sementara itu, Budiar Anwar mengatakan Pemkab Malang akan mengirim perwakilan petani dari Kabupaten Malang untuk belajar sistem pertanian dan peternakan ke Tiongkok. Lewat pembelajaran short course, petani Kabupaten Malang bisa mengelola tanaman di lahan secara efektif.

Penanaman padi hibrida jenis brang biji, sebelumnya telah dilakukan oleh DTPHP Kabupaten Malang yakni di Kecamatan Singosari dan Kecamatan Kepanjen. Namun belum tahu kapan realisasi pemberangkatan petani ini.

“Kami utamakan dari kalangan pemuda tani, kelompok tani, maupun penyuluh pertanian, harapannya mereka bisa mengadaptasi sistem yang baik disana (Tiongkok) untuk diterapkan di Kabupaten Malang,” jelas Budiar mengakhiri. (hadi)